Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2025, 19.41 WIB

Hoax Tiga Imigran Aljazair Tertangkap Setelah Menyamar Jadi Domba di Perbatasan Spanyol

Foto hoax yang disebut imigran asal Aljazair yang masuk ke Spanyol dengan menyamar sebagai domba. (Instagram) - Image

Foto hoax yang disebut imigran asal Aljazair yang masuk ke Spanyol dengan menyamar sebagai domba. (Instagram)

JawaPos.com - Sejak beberapa hari terakhir, jagat maya diramaikan oleh sebuah unggahan yang menghebohkan: sebuah foto menampilkan tiga orang berbalut kostum wol putih, wajah dicat hitam, duduk di bagian belakang kendaraan. Disertai klaim bahwa mereka adalah migran asal Aljazair yang tertangkap saat berusaha memasuki Spanyol sambil menyamar sebagai domba.

Narasi tersebut dengan cepat diulang di media sosial seperti X, Instagram, dan Facebook, memancing tawa, sayang, sekaligus kecurigaan terhadap praktik migrasi ilegal.

Tapi, di balik sensasi dan reaksi spontan itu, ternyata tersembunyi fakta yang jauh berbeda. Fakta yang membalik klaim tersebut menjadi misinformasi belaka. Penyelidikan oleh sejumlah organ pemeriksa fakta menunjukkan bahwa foto viral itu bukan dokumentasi penangkapan migran, melainkan screenshot dari sebuah video hiburan: video tari kostum domba yang diunggah pada 2024 sebagai bagian tren viral.

Orang-orang yang mengenakan kostum serupa, dengan wajah bernoda hitam dan bulu putih seolah domba, tengah menari mengikuti musik. Bukan mencoba melintasi perbatasan secara ilegal seperti dikutip dari International Business Times UK.

Dengan demikian, klaim bahwa tiga orang itu tertangkap saat menyamar domba adalah hasil dari “miscaption”, deskripsi keliru yang sengaja atau tidak disertakan bersama gambar. Tidak pernah ada pernyataan resmi dari aparat di Aljazair atau Spanyol tentang penangkapan seperti itu.

Bahkan catatan lembaga keamanan atau migrasi, tidak mencatat kasus serupa. Salah satu penyebab cepatnya klaim ini menyebar adalah daya pikatnya: manusia berbalut bulu domba yang absurd, lucu, sekaligus “masuk akal” jika dipandang sebagai taktik ekstrem migrasi, terasa layak dibagikan.

Terutama di tengah suasana publik yang sudah sarat kecurigaan terhadap migran. Namun ketika gambar dari konteks hiburan dilepaskan ke ruang publik tanpa penjelasan, imajinasi mudah menggantikan verifikasi.

Fenomena ini, di mana konten hiburan, meme, atau video viral dipelintir menjadi “berita faktual”, bukan sesuatu yang baru. Menurut laporan tentang narasi disinformasi migrasi di Spanyol dan Eropa, banyak klaim yang mengaitkan migran dengan perilaku kriminal, penyusupan, atau adegan dramatis yang sengaja dilebih-lebihkan atau sepenuhnya dibuat-buat.

Klaim “domba migran” masuk dalam pola disinformasi semacam itu: eksploitatif terhadap stereotip, sensasional, dan dirancang untuk memancing emosi. Singkat kata, gambar itu bukan bukti migrasi ilegal, melainkan konten hiburan.

Sehingga klaim tentang penangkapan tiga pria Aljazair adalah bohong. Klaim itu lahir dari miscaption, tersebar tanpa verifikasi, dan sekarang telah diklarifikasi sebagai hoaks oleh pemeriksa fakta internasional.

Dengan demikian, narasi bahwa “tiga pria Aljazair ditangkap sambil menyamar jadi domba untuk masuk Spanyol” harus ditolak sebagai bentuk misinformasi, bukan realitas.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore