
Ilustrasi suasana di Museum Al Sirah, Madinah. (Consultancy)
JawaPos.com - Bagi jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah Umrah setiap tahun, Tanah Suci bukan sekadar tujuan ritual, melainkan perjalanan spiritual yang menghidupkan kembali jejak sejarah Islam.
Selain Umrah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, banyak jamaah kini menambah satu destinasi baru dalam agenda mereka: Museum Al Sirah di Madinah.
Terletak di sisi belakang Masjid Quba, museum yang diresmikan pada 2024 ini menjadi salah satu proyek penting yang merekam perjalanan agung Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah.
Di balik dinding modernnya, Al Sirah menyuguhkan narasi sejarah melalui teknologi audio-visual canggih yang membawa pengunjung seolah menyaksikan langsung momen-momen penting peradaban Islam abad ke-7 Masehi.
Lebih dari sekadar ruang pamer, Museum Al Sirah dirancang sebagai pengalaman spiritual interaktif bagi pengunjung.
Jamaah dapat menelusuri koridor sejarah yang menggambarkan perjuangan Rasulullah membangun masyarakat Madinah, serta merenungi nilai kesabaran dan keteguhan iman yang menjadi fondasi Islam hingga kini.
Tak jauh dari museum, kompleks Bustan Al Mustadal menghadirkan kebun kurma bersejarah tempat Nabi SAW pernah beristirahat, sementara Sumur Athq tetap terjaga sebagai saksi sumber air yang digunakan Rasulullah untuk minum dan berwudhu.
Keseluruhan kawasan ini menjadi semacam 'museum hidup' yang menghubungkan umat Islam dengan akar spiritualitas mereka.
Direktur PT Hajar Aswad Mubaroq Retno Anugerah Andriyani, menyebut Museum Al Sirah sebagai magnet baru wisata religi yang memperkaya pengalaman jamaah Umrah.
“Museum ini bukan sekadar destinasi, tapi media untuk memahami perjalanan Nabi secara lebih mendalam dan emosional,” ujar Retno melalui keterangannya.
Inisiatif seperti Museum Al Sirah juga sejalan dengan Visi Saudi 2030, yang menempatkan pariwisata, terutama wisata religi, sebagai pilar transformasi ekonomi nonmigas Arab Saudi.
Upaya ini menunjukkan bagaimana negeri itu berusaha menyeimbangkan kemajuan modern dengan pelestarian warisan Islam.
Sebagai bagian dari kolaborasi dengan Saudi Tourism Authority (STA), lanjut Retno, pihaknya turut berperan mengantarkan jamaah Indonesia untuk menapaki situs-situs bersejarah ini.
Retno menambahkan, kerja sama itu akan diperluas dalam berbagai program religi dan edukatif lainnya.
“Melalui kolaborasi dengan STA, kami ingin jamaah tidak hanya beribadah, tapi juga menyelami sejarah Islam secara langsung,” tandas Retno.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
