
Ilustrasi Penumpang memasuki kapal Pelni. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah rute kapal Pelni kembali banyak dicari, apalagi yang terkenal memiliki lonjakan penumpang, padat okupansi dan kerap penuh sesak baik oleh penumpang atau barang.
Tradisi mudik akhir tahun, ditambah meningkatnya arus wisata ke wilayah timur dan barat Indonesia, membuat beberapa jalur Pelni menjadi yang paling sibuk di seluruh jaringan.
Jika Anda berencana bepergian melalui jalur laut, penting untuk mengetahui rute mana saja yang selalu penuh agar bisa menyusun perjalanan lebih matang.
Rute ini dianggap sebagai 'urat nadi' konektivitas laut karena menghubungkan pusat ekonomi di Jawa dengan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia Timur, Makassar.
Hampir semua kapal besar Pelni melewati jalur ini, termasuk KM Labobar yang mampu membawa hingga 3.000 penumpang.
Alasan padat, karena menjadi jalur transit utama ke Maluku dan Papua. Selain itu, kapal Labobar juga biasa menampung mobilitas pekerja dan pelajar dari dan menuju Indonesia Timur dan biasanya, volume penumpang melonjak tajam saat akhir tahun.
Dua kota besar di Sumatera ini memiliki pergerakan penduduk yang tinggi, terutama menuju Jakarta. KM Kelud, salah satu kapal paling besar dan modern milik Pelni, melayani rute ini secara reguler.
Rute populernya, Jakarta – Batam – Tanjung Balai Karimun – Belawan. Alasan padat karena ini merupakan jalur utama pekerja dan perantau dari Sumatera Utara dan banyak keluarga pulang kampung jelang Natal. Walaupun kapalnya memiliki kapasitas besar, tetapi tetap cepat penuh.
Wilayah Maluku dan Papua bergantung pada kapal Pelni sebagai transportasi utama. Tidak mengherankan jika rute Makassar ke timur menjadi salah satu jalur paling padat sepanjang tahun.
Kapal andalannya adalah KM Labobar dan KM Dobonsolo. Alasan padat jelas karena minimnya alternatif transportasi langsung yang menghubungkan kota-kota besar dan pulau terpencil serta banyak digunakan pekerja, aparat, hingga mahasiswa.
Rute ini bukan hanya ramai oleh pemudik, tetapi juga oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Labuan Bajo sebagai destinasi favorit membuat jumlah penumpang meningkat drastis, terutama saat libur panjang.
Kapal populernya adalah KM Tilongkabila. Alasan padat, dikarenakan peningkatan wisata ke Flores dan NTB, mobilitas masyarakat lokal yang tinggi, banyak perjalanan keluarga di musim liburan.
Beberapa rute pendek seperti Makassar – Bau-Bau, Benoa – Lembar, atau Bima – Labuan Bajo juga sering padat, terutama ketika menjadi jalur lanjutan dari rute besar dan menjadi penghubung antar-kabupaten.
Ada tiga faktor yang membuat sejumlah rute Pelni selalu ramai. Pertama adalah karena keterbatasan pilihan transportasi antarpulau, terutama di Indonesia Timur.
Selain itu, banyaknya perantau yang pulang kampung saat Nataru juga mempengaruhi tingkat keterisian kapal.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
