Armada bus PO Dewi Sri. (Redbus).
JawaPos.com - Perjalanan darat dari Jakarta ke Pekalongan masih menjadi andalan banyak orang, terutama bagi penumpang yang ingin berangkat malam hari dan tiba pagi di tujuan.
Selain lebih hemat, bus malam juga memberi keuntungan waktu istirahat selama perjalanan. Tak heran jika rute Jakarta–Pekalongan selalu punya peminat setia, mulai dari pekerja, perantau, hingga pemudik musiman.
Meski bukan jalur yang dipenuhi bus kelas premium, rute ini justru dikenal ramah di kantong. Mayoritas PO menawarkan kelas ekonomi AC dengan fasilitas standar namun cukup nyaman untuk perjalanan jarak menengah.
Berikut enam pilihan bus malam Jakarta–Pekalongan yang kerap jadi favorit penumpang karena harga murah dan jadwal yang relatif stabil.
Nama Sinar Jaya sudah lama identik dengan rute-rute padat di Pulau Jawa, termasuk Jakarta–Pekalongan. Keunggulan utama PO ini ada pada banyaknya pilihan titik keberangkatan, mulai dari kawasan Jakarta Barat hingga Timur.
Bus Sinar Jaya biasanya beroperasi pada malam hari dengan jadwal yang cukup fleksibel. Tarifnya pun masih bersahabat, berkisar Rp 120 ribu. Dengan armada ekonomi AC yang terawat dan jaringan luas, Sinar Jaya sering jadi opsi aman bagi penumpang yang mengutamakan kemudahan akses.
Bagi penumpang yang familiar dengan bus lintas selatan Jawa, Dewi Sri tentu bukan nama asing. PO ini juga melayani rute Jakarta–Pekalongan dengan keberangkatan malam, salah satunya dari kawasan Penjaringan sekitar pukul 18.45 WIB.
Harga tiket Dewi Sri berada di kisaran Rp 120 ribu. Meski fasilitasnya tergolong standar, bus ini dikenal konsisten dalam jadwal dan memiliki basis penumpang loyal, terutama dari kalangan pekerja dan pedagang.
Terminal Terpadu Pulo Gebang menjadi salah satu titik keberangkatan utama bus menuju Jawa Tengah, termasuk Pekalongan. Dari terminal ini, Sari Indah menjadi salah satu PO yang cukup diminati.
Dengan tarif sekitar Rp 115 ribu, Sari Indah termasuk pilihan paling ekonomis di rute ini. Keberangkatan malam hari membuat bus ini cocok bagi penumpang yang ingin berangkat setelah aktivitas seharian di Jakarta dan tiba di Pekalongan keesokan pagi.
Jika ingin berangkat agak malam, Laju Prima bisa masuk daftar pertimbangan. PO ini melayani rute Jakarta–Pekalongan dari Terminal Pulo Gebang dengan jadwal sekitar pukul 21.00 WIB.
Tarifnya memang sedikit lebih tinggi, sekitar Rp 150 ribu, namun jam keberangkatan yang lebih larut sering jadi alasan penumpang memilihnya. Cocok bagi mereka yang masih bekerja hingga malam atau ingin menghindari kemacetan awal malam.
Dedy Jaya termasuk PO senior di jalur ini. Dalam beberapa tahun terakhir, armadanya mulai dibenahi agar tetap kompetitif. Keunggulan Dedy Jaya terletak pada banyaknya titik naik di Jakarta, sehingga penumpang tidak selalu harus ke terminal besar.
Harga tiketnya berada di kisaran Rp 120 ribuan. Dengan tarif murah dan jangkauan luas, Dedy Jaya masih menjadi pilihan realistis bagi penumpang reguler Jakarta–Pekalongan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
