Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 00.35 WIB

5 Kereta Lokal Jawa Timur yang Selalu Ramai, Walau di Hari Kerja

enumpang KA Commuterline Dhoho dari Tulungagung ke Malang harus transit dan berganti kereta KA Penataran di Stasiun Blitar. (Radar Tulungagung). - Image

enumpang KA Commuterline Dhoho dari Tulungagung ke Malang harus transit dan berganti kereta KA Penataran di Stasiun Blitar. (Radar Tulungagung).

JawaPos.com - Kereta api lokal di Jawa Timur punya cerita sendiri. Meski bukan kereta jarak jauh atau kelas eksekutif, justru layanan inilah yang paling setia menemani aktivitas harian warga.

Dari pekerja pabrik, mahasiswa, pedagang, sampai pelancong spontan yang ingin jalan-jalan murah, kereta lokal, atau kini dikenal sebagai KA Commuter Line Wilayah 8 Surabaya, nyaris tak pernah sepi, bahkan di hari kerja.

Dioperasikan oleh KAI Commuter, layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas di kota-kota besar hingga kawasan penyangga Jawa Timur. Rutenya relatif stabil hingga 2026, dengan tarif terjangkau dan jadwal yang menyesuaikan ritme aktivitas masyarakat.

Berikut lima kereta lokal di Jawa Timur yang dikenal selalu ramai penumpang, lengkap dengan karakter unik masing-masing.

1. KA Dhoho–Penataran, Favorit Rute Melingkar Jawa Timur

Jika ada kereta lokal yang bisa disebut “legenda hidup”, KA Dhoho–Penataran adalah jawabannya. Kereta ini melayani rute melingkar Surabaya Kota – Mojokerto – Blitar – Malang – Surabaya Kota, dengan nama berbeda tergantung arah perjalanan.

Hampir setiap hari, gerbongnya dipenuhi penumpang. Mahasiswa dari Malang, pekerja dari Mojokerto, hingga warga Blitar yang hendak ke Surabaya memanfaatkan rute panjang ini.

Selain fungsional, perjalanan KA Dhoho–Penataran juga menawarkan pemandangan sawah, pegunungan, hingga kota-kota kecil yang jarang disentuh kereta jarak jauh.

2. KA Jenggala, Andalan Komuter Sidoarjo–Mojokerto

Untuk wilayah industri dan kawasan penyangga Surabaya, KA Jenggala punya peran vital. Kereta ini melayani rute Sidoarjo – Mojokerto PP serta Surabaya Kota – Mojokerto PP.

Penumpangnya didominasi pekerja harian dan pelajar. Pada jam berangkat dan pulang kerja, suasana di dalam kereta terasa hidup, obrolan ringan, penumpang berdiri, hingga pedagang kecil yang sudah akrab dengan rutinitas komuter. Tak heran jika KA Jenggala hampir selalu penuh, meski hanya melayani rute pendek.

3. KA Pandanwangi, Nadi Transportasi Tapal Kuda

Di wilayah timur Jawa Timur, KA Pandanwangi menjadi urat nadi transportasi masyarakat Tapal Kuda. Kereta ini menghubungkan Jember – Ketapang (Banyuwangi) PP, melintasi daerah pesisir dan perkebunan.

KA Pandanwangi ramai bukan hanya karena kebutuhan kerja, tetapi juga aktivitas sosial dan ekonomi. Banyak penumpang membawa barang, hasil kebun, atau sekadar bepergian antar-kabupaten.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore