
Ilustrasi armada bus Damri, salah satu alternatif transportasi untuk perjalanan darat di rute Lampung-Palembang. (Redbus)
JawaPos.com - Perjalanan darat dari Lampung ke Palembang kerap menjadi pilihan utama bagi pelancong, pekerja lintas provinsi, hingga pemudik yang menyicil perjalanan menuju wilayah lain di Pulau Sumatera usai menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.
Di tengah naik-turunnya harga transportasi, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan: apakah naik bus atau shuttle masih menjadi opsi paling hemat untuk rute Lampung–Palembang?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan perjalanan. Bus besar menawarkan kapasitas dan bagasi luas dengan tarif ekonomis, sementara shuttle unggul dari sisi kepraktisan dan efisiensi waktu.
Keduanya sama-sama kompetitif, asalkan penumpang memilih operator yang tepat.
Berikut enam operator bus dan shuttle dengan tarif bersaing yang banyak diandalkan penumpang di rute Lampung–Palembang.
Royal Signature menjadi salah satu operator kelas ekonomi yang cukup stabil melayani rute Lampung–Palembang.
Dengan armada bus besar dan fasilitas standar perjalanan jarak jauh, operator ini cocok bagi penumpang reguler maupun pelancong dengan barang bawaan cukup banyak.
Tarif tiket Royal Signature umumnya berada di kisaran Rp 200.000 hingga Rp 250.000. Harga tersebut menjadikannya salah satu pilihan paling rasional bagi penumpang yang mengutamakan biaya hemat namun tetap ingin perjalanan nyaman.
Antar Trans dikenal dengan fleksibilitas titik keberangkatan dan tujuan. Operator ini melayani penumpang dari beberapa kawasan strategis di Lampung dan Palembang, sehingga memudahkan perjalanan tanpa harus selalu ke terminal utama.
Dengan tarif sekitar Rp 200.000 hingga Rp 260.000, Antar Trans sering dipilih oleh penumpang yang menginginkan kombinasi harga terjangkau dan akses lokasi yang lebih dekat.
Bagi penumpang yang cari alternatif lainnya, Sumber Sari Tranz bisa menjadi pilihan menarik. Armada yang digunakan memberikan kenyamanan tambahan, terutama untuk perjalanan malam.
Harga tiket Sumber Sari Tranz berada di rentang Rp 230.000 hingga Rp 280.000. Operator ini cocok bagi keluarga atau penumpang dengan barang bawaan lebih banyak.
Sadya Trans mengusung konsep shuttle dengan jumlah penumpang terbatas. Moda ini lebih diminati oleh penumpang yang ingin perjalanan terasa cepat dan tidak terlalu ramai.
Tarif Sadya Trans biasanya berkisar Rp 220.000 hingga Rp 270.000. Meski sedikit lebih mahal dari bus ekonomi murni, shuttle sering dianggap lebih hemat dari sisi waktu dan tenaga.
Delima Sri Gemilang menjadi alternatif bagi penumpang yang ingin kenyamanan ekstra tanpa lonjakan harga terlalu tinggi. Operator ini menawarkan layanan yang berada di antara bus ekonomi dan kelas eksekutif.
Dengan harga sekitar Rp 300.000 hingga Rp 330.000, Delima Sri Gemilang cocok untuk penumpang yang ingin perjalanan lebih santai, terutama untuk perjalanan malam hari.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
