Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2026, 19.31 WIB

Anak Pertama Tidak Boleh Menikah dengan Anak Ketiga? Ini Penjelasan Primbon Jawa yang Jarang Dibahas Tentang Alasannya

Ilustrasi pernikahan (freepik)

JawaPos.com - Di tengah masyarakat Jawa, masih banyak beredar kepercayaan tentang pantangan pernikahan berdasarkan urutan kelahiran.

Salah satu yang paling sering memicu keraguan adalah anggapan bahwa anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga.

Bahkan sebelum lamaran resmi dilakukan, orang tua kerap berbisik pelan, “Coba dicek dulu, kamu anak ke berapa?”

Konon katanya, pasangan ini dianggap "ora apik," "rawan sengkolo," rumah tangga panas, rezeki seret, dan hidup penuh ujian.

Namun, benarkah larangan ini merupakan takdir yang tak bisa dihindari? Atau sebenarnya hanya warisan nasihat leluhur yang kerap disalahpahami?

Ini tidak bertujuan untuk menakut-nakuti, melainkan mengajak kalian untuk melihatnya secara pelan, jernih, dan logis, baik dari sudut pandang primbon Jawa maupun akal sehat modern.

Dilansir dari kanal YouTube Kejawen, dalam budaya Jawa, urutan anak bukan sekadar angka kelahiran. Setiap posisi dipercaya membawa peran hidup dan tanggung jawab tertentu.

Pada masa lalu, keluarga dipandang sebagai sebuah sistem, bukan hanya ikatan darah, melainkan struktur tanggung jawab sosial. Menurut primbon, anak pertama disebut sebagai pambuka jalan keluarga.

Sejak kecil, ia sering dibentuk untuk mengalah, menjadi teladan, dan memikul tanggung jawab. Tak heran jika karakternya cenderung tegas, dominan, berjiwa pemimpin, dan terbiasa mengambil keputusan.

Sementara itu, anak ketiga kerap disebut sebagai anak sandingan atau penyeimbang. Ia tidak dibebani tanggung jawab utama seperti anak pertama, sehingga tumbuh lebih bebas.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore