Indosat edukasikan bahaya scam dan penipuan digital jelang Ramadhan di kawasan Blok M, Jakarta, Kamis (12/2). (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ramadhan tak hanya mengubah pola ibadah dan konsumsi masyarakat, tetapi juga ritme aktivitas digital. Dalam satu hari, percakapan WhatsApp meningkat, panggilan telepon makin sering, transaksi belanja online melonjak, hingga pengiriman THR dan donasi digital dilakukan hampir bersamaan.
Intensitas komunikasi yang tinggi ini rupanya turut membuka celah baru bagi pelaku kejahatan siber. Data terbaru 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadhan meningkat hingga 34,7 persen.
Mayoritas serangan terjadi melalui kanal yang paling akrab dengan keseharian masyarakat: 89 persen lewat WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon. Artinya, platform yang selama ini digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kolega justru menjadi pintu masuk utama modus penipuan.
Fenomena ini berkaitan dengan perubahan perilaku selama Ramadhan. Keputusan kerap diambil lebih cepat dan spontan, terutama saat mengurus mudik, berburu promo Lebaran, atau menerima pesan mendesak yang mengatasnamakan bank, ekspedisi, hingga anggota keluarga. Dalam situasi serba cepat, verifikasi sering terlewat.
Menanggapi tren tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 memperkenalkan fitur perlindungan tambahan bernama SATSPAM+. Fitur ini diklaim mampu mendeteksi potensi spam dan scam secara real-time, termasuk melalui WhatsApp Call, kanal yang selama ini relatif sulit difilter di tingkat operator.
SATSPAM+ memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dipadukan dengan jaringan 5G untuk mengidentifikasi nomor mencurigakan, memberikan notifikasi peringatan, hingga opsi pemblokiran otomatis. Pengguna juga dapat menerima laporan harian terkait aktivitas panggilan dan pesan yang terdeteksi berisiko.
Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, mengatakan bahwa tingginya angka aktivasi fitur keamanan sejak pertama kali diluncurkan pada Agustus 2025 menunjukkan perlindungan digital kini bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama.
“Di Ramadhan ini, ketika aktivitas digital meningkat signifikan, kami ingin pelanggan bisa lebih tenang untuk fokus beribadah, bekerja, dan berbagi, tanpa harus khawatir terhadap risiko penipuan digital,” ujar dia di kawasan Blok M, Kamis (12/2) sore.
Selain pelanggan prabayar, perlindungan ini juga disematkan pada layanan pascabayar IM3 Platinum. Operator juga menyertakan fitur tersebut dalam sejumlah paket data Ramadan.
Namun di luar inovasi teknologi, pakar keamanan siber mengingatkan bahwa perlindungan terbaik tetap dimulai dari literasi digital. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah membagikan kode OTP, mengklik tautan mencurigakan, atau merespons panggilan yang meminta data pribadi.
Lansia dan pengguna di daerah terpencil disebut sebagai kelompok yang paling rentan menjadi korban.
Lonjakan penipuan digital saat Ramadhan menjadi pengingat bahwa koneksi cepat saja tidak cukup. Di tengah meningkatnya transaksi dan komunikasi daring, keamanan dan kewaspadaan harus berjalan beriringan agar momen ibadah tidak terganggu oleh risiko kejahatan siber.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
