Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 21.52 WIB

Penindakan Tambang Ilegal di Kuansing Riau Rusuh, Mobil Kapolres Dilempari Batu

Kaca kendaraan operasional Polres Kuantan Singingi Riau pecah usai dilempari batu saat pennindakan tambang ilegal, Rabu (7/10). (Riau Pos) - Image

Kaca kendaraan operasional Polres Kuantan Singingi Riau pecah usai dilempari batu saat pennindakan tambang ilegal, Rabu (7/10). (Riau Pos)

JawaPos.com - Operasi penegakan hukum terhadap tambang ilegal yang dilakukan Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berakhir rusuh.

Dalam operasi pada Selasa (7/10) pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat dan Bupati Kuansing Suhardiman Amby beserta instansi terkait lainnya, terjadi penolakan hingga rusuh. Bahkan kendaraan dinas milik petugas menjadi sasaran.

Kabidhumas Polda Riau Kombespol Anom Karibianto menyampaikan bahwa dalam operasi tersebut dikerahkan 149 personel gabungan. Mulai Polri, TNI, Satpol PP, sampai BPBD.

Untuk mengefektifkan penindakan, tim dibagi menjadi 2. Yakni tim air yang menggunakan 8 rubber boat dipimpin oleh kapolres dan tim darat yang dipimpin oleh wakapolres.

”Sekitar pukul 13.40 WIB, sekelompok masyarakat di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti melakukan penolakan terhadap pemusnahan rakit PETI (penambangan tanpa izin) dan mengancam akan melakukan perusakan terhadap kendaraan dinas,” terang Anom pada Rabu (8/10).

Tidak lama kemudian, massa yang menolak kedatangan petugas langsung melempari kendaraan dinas Polri dan Satpol PP dengan batu. Akibatnya beberapa kendaraan rusak.

Termasuk mobil dinas kapolres Kuansing, mobil dinas petugas kepolisian dari Samapta, mobil dinas Satlantas, mobil truk Polairud, hingga mobil dinas Satpol PP. 

”Seorang wartawan media online yang berada di lokasi mengalami luka ringan setelah berusaha berlindung ke dalam mobil dinas kapolres yang turut dirusak oleh massa,” terang dia. 

Meski terjadi penolakan, dari operasi tersebut berhasil dimusnahkan 43 unit rakit PETI di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Petugas lalu membakar puluhan unit rakit PETI tersebut.

Meski sempat terjadi penolakan hingga rusuh dan tindakan penrusakan, massa berhasil dikendalikan dan operasi penindakan tetap berlanjut sampai tuntas sekitar pukul 15.00 WIB. 

”Saat ini kondisi aman dan terkendali. Seluruh personel melakukan pengamanan di Polsek Cerenti untuk mencegah potensi serangan lanjutan,” imbuh Anom. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore