Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 19.32 WIB

Viral Peresmian Masjid di Temanggung Dimeriahkan Biduan Seksi, Netizen: Sakral Kok Jadi Dangdutan?

Acara dangdutan di acara peresmian Masjid Darul Falah, Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang mendadak viral di media sosial. (Istimewa) - Image

Acara dangdutan di acara peresmian Masjid Darul Falah, Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang mendadak viral di media sosial. (Istimewa)

JawaPos.com - Jagat maya tengah dihebohkan dengan video peresmian Masjid Darul Falah di Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. 

Bukan karena arsitekturnya yang unik, atau gaya bangunannya yang mengingatkan kita pada nilai-nilai keislaman, melainkan karena acara yang seharusnya sakral itu malah dimeriahkan oleh pentas dangdut dengan biduan berpakaian seksi.

Video berdurasi satu menit lebih yang diunggah akun Instagram @kejadiantemanggung memperlihatkan suasana panggung penuh sorak penonton. 

Lima biduan perempuan tampil bernyanyi dan berjoget di atas panggung, sementara beberapa warga terlihat ikut bergoyang bahkan menyawer para penyanyi. Beberapa biduan tampak mengenakan kalung uang hasil saweran dari penonton.

Unggahan itu langsung menyebar luas, diunggah ulang oleh berbagai akun seperti @responsmedia, dan akhirnya viral di berbagai platform media sosial.

“Umumnya masjid diresmikan dengan kegiatan keagamaan. Namun berbeda dengan Masjid Darul Falah Senden, Jambon, Gemawang. Warga setempat meresmikannya dengan pentas seni dangdut yang menghadirkan biduanita,” tulis keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.

Netizen Geram: “Bukan Tempatnya Dangdutan!”

Fenomena ini langsung menuai reaksi keras dari publik. Banyak warganet menilai acara hiburan seperti itu tidak pantas dilakukan dalam konteks peresmian rumah ibadah.

“Masjid itu tempat ibadah, bukan tempat hiburan. Kalau mau syukuran, bisa dengan tahlilan atau pengajian,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Komentar senada juga membanjiri kolom unggahan lain. Banyak yang menganggap penyelenggara acara seolah tidak memahami nilai kesakralan momen peresmian masjid.

Beberapa warganet berpendapat bahwa fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dalam masyarakat.

Acara hiburan rakyat yang biasa dilakukan dalam berbagai perayaan kini kerap dicampur dengan acara keagamaan tanpa mempertimbangkan konteksnya.

Peristiwa ini menjadi bahan perdebatan serius di dunia maya, antara kebebasan berekspresi dalam tradisi lokal dan batas kesopanan dalam ruang keagamaan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore