Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Oktober 2025, 01.13 WIB

Operasi Modifikasi Cuaca Berjalan di Tengah Banjir yang Melanda Beberapa Titik di Semarang

Operasi Modifikasi Cuaca untuk mencegah bencana banjir dan longsor di beberapa daerah akan terus dilakukan sampai 20 Maret mendatang.  (BNPB) - Image

Operasi Modifikasi Cuaca untuk mencegah bencana banjir dan longsor di beberapa daerah akan terus dilakukan sampai 20 Maret mendatang. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (25/10). Operasi tersebut dilaksanakan di tengah banjir yang melanda beberapa titik di wilayah Semarang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa OMC dilakukan dari Bandara Ahmad Yani. Operasi tersebut dilaksanakan lantaran BNPB menilai penanganan bencana banjir di Semarang dan sekitarnya perlu didukung OMC. 

”Selain mempercepat penanganan darurat, metode ini juga menjadi support system antara pemerintah pusat dan daerah, sebagai upaya antisipasi dan mitigasi agar dampak bencana hidrometeorologi basah di Jawa Tengah dapat dicegah atau setidaknya dikurangi,” kata Abdul Muhari pada Minggu (26/10). 

Tidak sendirian, BNPB melaksanakan OMC di Jateng dengan bantuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), TNI, serta BPBD Jateng. Pada hari pertama OMC, tidak kurang dari 5 ton bahan semai ditebar. 

”OMC Jawa Tengah dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB sesuai dengan Notice To Air Mission (NOTAM) yang dikeluarkan AirNav Bandara Ahmad Yani. Kendati demikian, misi dapat diperpanjang hingga 24 jam bergantung pada potensi cuaca dan kondisi pertumbuhan awan yang dipantau BMKG,” lanjutnya. 

BNPB mendapat laporan bahwa beberapa titik di Semarang masih tergenang dan terendam. Misalnya di Jalan Erowati Baru I, Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Genangan setinggi 20–30 sentimeter terpantau. Di Jalur Pantura antara Genuk–Kaligawe–Terboyo beberapa kendaraan besar tidak bisa melintas.

”Genangan setinggi 70 sentimeter membuat lalu lintas tersendat bahkan terhenti. Tak sedikit kendaraan yang lebih kecil mencoba menerobos genangan, tetapi justru mogok dan menimbulkan masalah baru,” imbuhnya. 

Data BNPB mencatat banjir di Kota Semarang berdampak pada 38.180 jiwa. Wilayah terdampak banjir meliputi 14 kelurahan, termasuk 3 sektor penting seperti Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Demi keselamatan dan kelancaran pelayanan, BPBD Kota Semarang membantu proses pemindahan sementara pasien ke Masjid Jami’ Syeh Jumadil Kubro, Kelurahan Terboyo Kulon. 

”Di lokasi lain, evakuasi juga dilakukan terhadap 3 Warga Negara Asing (WNA) yang terjebak banjir di kawasan industri Blok M Nomor 34 Terboyo,” jelasnya.

BPBD Kota Semarang sudah mendirikan dapur umum di Kelurahan Bangetayu dan Kantor BPBD Kota Semarang di kawasan Penggaron. Seluruh komponen pemerintah daerah terus berupaya maksimal untuk menangani banjir yang terjadi di Semarang dan sekitarnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore