Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 03.11 WIB

Tragedi Ambruknya Asrama Putri di Situbondo, 1 Santriwati Tewas, Belasan Terluka!

Atap Ponpes Salafiyah Syafi’iyah di Situbondo ambruk, 1 santriwati meninggal. (Dokumentasi Radar Situbondo) - Image

Atap Ponpes Salafiyah Syafi’iyah di Situbondo ambruk, 1 santriwati meninggal. (Dokumentasi Radar Situbondo)

JawaPos.com-Bangunan asrama putri di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Desa Belimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, tiba-tiba ambruk pada Rabu (29/10) dini hari.

Tragedi nahas ini mengakibatkan satu santriwati PH, 13, meninggal dunia. Sementara belasan santriwati Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, dilaporkan luka-luka. 

Korban meninggal dunia merupakan warga Dusun Rawan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Menurut salah satu korban selamat, Aura Adelia, atap bangunan asrama putri tiba-tiba rubuh saat para santri sedang tertidur. 

“Waktu itu kami tidur, tiba-tiba terdengar bunyi keras. Banyak teman-teman yang ketindihan reruntuhan,” ungkap Aura dengan suara lemah saat dirawat, dikutip dari Radar Lawu, Jawa Pos Group, Rabu (29/10).

Senada, Kapolsek Besuki AKP Febry Hermawan membenarkan bahwa peristiwa ambruknya atap asrama putri pesantren tersebut terjadi tengah malam. Saat itu para santriwati beristirahat, sekitar pukul 01.00 WIB. 

"Untuk penanganan peristiwa ini sudah diambil alih Polres Situbondo. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata AKP Febry di Situbondo, Rabu.

Dugaan awal, bangunan asrama putri ambruk karena hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah sekitar pesantren. Namun untuk penyebab pastinya, AKP Ferry menyebut penyelidikan masih berlangsung. 

Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani Kiai Hasan menjelaskan bahwa saat peristiwa tragis tersebut, ada 19 santriwati di kamar pondok. Dari jumlah itu, 14 santriwati mengalami luka ringan.

"Empat dirawat di rumah sakit, dan satu meninggal dunia. Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal,” tutur Kiai Hasan.

Dari pantauan Radar Lawu Jawa Pos Group di lokasi, Tim Inafis Polres Situbondo masih melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab pasti ambruknya atap asrama tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore