Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 November 2025, 23.18 WIB

Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Jateng Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sampai Awal 2026, Bisa Sebabkan Banjir

Ilustrasi korban banjir di Jalan Gembongsari RT 1 RW 7, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Ilustrasi korban banjir di Jalan Gembongsari RT 1 RW 7, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com - Cuaca esktrem yang terjadi beberapa hari belakangan menyebabkan banjir di beberapa daerah seperti Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan agar masyarakat Jateng tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi sampai awal tahun depan. 

Merujuk data dari  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan, mulai November sampai awal 2026, masih ada potensi cuaca ekstrem yang masif di wilayah Jateng. Untuk itu, meski banjir di Semarang sudah mulai surut dan terkendali, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan masyarakat Jateng tetap waspada. 

”Sudah ketemu pemicu dan penyebabnya (banjir di Jateng). Penyebabnya tentu saja adalah curah hujan yang cukup ekstrem. Bahkan menurut BMKG, curah hujan itu akan berlangsung cukup masif di Jawa Tengah sampai awal Tahun 2026,” terang dia pada Senin (3/11).

Menurut jenderal bintang tiga TNI AD tersebut, upaya mitigasi  dan kesiapsiagaan serta meningkatkan kapasitas masyarakat harus terus dilakukan. Dia menilai, langkah-langkah tersebut akan menjadi kunci agar bencana banjir bisa ditekan dampak dan kerusakannya. Selain itu, antisipasi penting agar masyarakat siap saat bencana benar-benar terjadi.

”Kita harus melaksanakan mitigasi dan pencegahan,” kata Suharyanto menegaskan.

Sejauh ini, BNPB bersama Pemerintah Provinsi Jateng sudah melakukan beberapa langkah. Diantaranya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari di wilayah Jateng. Tujuannya untuk mendukung percepatan penanganan darurat sekaligus mitigasi banjir. 

”Di udara kita telah melakukan OMC dengan mengerahkan 2 pesawat untuk mereduksi hujan,” kata dia.

Tidak hanya di udara, di darat dilakukan upaya memompa air untuk untuk menguras kolam retensi sebagai penampungan dan pembuangan genangan banjir yang terus dilakukan. Mesin pompa juga sudah ditambah dan pompa yang sempat terkendala sudah ditangani sehingga dapat bekerja secara maksimal.

”Sudah ada rencana besar untuk pengendalian banjir. Kita sudah melakukan penambahan dan perbaikan pompa yang rusak,” ujarnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore