
Sosok KGPAA Hamangkunegoro, Putra Mahkota Penerus Takhta Raja Keraton Solo yang Disorot Usai Wafatnya Pakubuwono XIII (Instagram @kgpaa.hamangkunegoro)
JawaPos.com - Suasana duka menyelimuti Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Minggu pagi (2/11), kabar berpulangnya Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII menyebar cepat di antara para abdi dalem dan masyarakat Solo.
Raja yang selama ini menjadi panutan dalam menjaga tradisi dan warisan budaya Jawa itu meninggal dunia di Rumah Sakit Indriati Solo Baru pada usia 77 tahun. Namun di balik duka itu, muncul satu pertanyaan besar: siapa yang akan meneruskan takhta Raja Surakarta?
Dikutip dari Radar Solo (JawaPos Group), Selasa (4/11), nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rojo Putra Narendra Mataram, atau Gusti Purbaya, kembali mencuat. Ia disebut-sebut sebagai penerus sah PB XIII, sekaligus simbol generasi baru Keraton Surakarta.
Gusti Purbaya bukan sosok asing di lingkungan keraton. Ia merupakan putra bungsu PB XIII dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono, yang bernama asli Asih Winarni (KRAy Pradapaningsih).
Sosok muda ini resmi dinobatkan sebagai putra mahkota pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 PB XIII. Saat itu, usianya baru 20 tahun dan masih berstatus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Gusti Purbaya perlahan memperlihatkan karakternya sebagai calon raja yang modern dan dekat dengan generasi muda. Penobatan putra mahkota itu juga menandai momen penting bagi sang ibu, Asih Winarni, yang saat itu resmi bergelar Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono XIII. Sejak saat itu, nama Gusti Purbaya makin dikenal luas.
Melalui media sosial, ia aktif mengenalkan budaya Jawa, kegiatan keraton, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Di akun Instagram pribadinya, Gusti Purbaya menuliskan pernyataan: "Putra Mahkota Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat".
Sebuah pernyataan singkat itu menegaskan posisi dan tanggung jawab besar yang kini dipikulnya. Sebelum bergelar KGPAA Hamangkunegoro, ia dikenal dengan beberapa nama: Gusti Raden Mas (GRM) Suryo Mustiko, lalu Gusti Pangeran Haryo (GPH) Purboyo, dan terakhir Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya.
PB XIII dikenal memiliki keluarga besar yang turut aktif dalam kegiatan adat dan kebudayaan keraton. Selain Gusti Purbaya, sang raja juga memiliki beberapa putra dan putri lain: GPH Mangkubumi, GKR Timur, GRAy Devi Lelyana Dewi, GRAy Ratih Widyasari, BRAy Sugih Oceani, dan GRAy Putri Purnaningrum.
Mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan budaya dan spiritual di lingkungan keraton.
Kini, setelah kepergian PB XIII, semua mata tertuju pada Gusti Purbaya. Ia diharapkan bisa melanjutkan kejayaan Keraton Surakarta, sekaligus menjembatani nilai tradisi dengan dunia modern.
Sebagai putra mahkota muda yang tumbuh di era digital, Gusti Purbaya dianggap memiliki potensi besar untuk membawa keraton lebih terbuka terhadap generasi muda tanpa kehilangan akar budayanya. Bagi masyarakat Solo, kepergian PB XIII bukan akhir, melainkan awal babak baru perjalanan keraton.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
