Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 November 2025, 19.04 WIB

KGPH Hangabehi Pertanyakan Keabsahan Surat Wasiat Pakubuwono XIII, yang Minta Gusti Purbaya Jadi Penerus Takhka

KGPH Hangabehi secara terbuka mempertanyakan keabsahan surat wasiat mendiang Pakubuwono XIII terkait penobatan Gusti Purbaya. (M IHSAN/RADAR SOLO) - Image

KGPH Hangabehi secara terbuka mempertanyakan keabsahan surat wasiat mendiang Pakubuwono XIII terkait penobatan Gusti Purbaya. (M IHSAN/RADAR SOLO)

JawaPos.com - KGPH Hangabehi secara terbuka mempertanyakan keabsahan surat wasiat mendiang Pakubuwono XIII yang disebut-sebut meminta Gusti Purbaya sebagai penerus takhta.

Sikap ini disampaikan di tengah memanasnya polemik suksesi Keraton Kasunanan Surakarta, meski prosesi Jumenengan PB XIV untuk Gusti Purbaya telah digelar pada Sabtu (15/11) pagi.

Hangabehi yang juga dinobatkan sebagai PB XIV versi Lembaga Dewan Adat (LDA) pimpinan Gusti Moeng, membantah keras tudingan GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani yang menyebut dirinya berkhianat kepada saudara-saudaranya karena menolak penobatan Gusti Purbaya.

Ia menilai label tersebut tidak tepat, sebab hingga kini ia mengaku belum pernah menerima penjelasan jelas mengenai wasiat Pakubuwono XIII.

Menurutnya, tidak ada proses rembuk keluarga ataupun penyampaian resmi mengenai isi wasiat yang diklaim menjadi dasar penetapan Gusti Purbaya sebagai raja penerus.

“Sampai sekarang saya tidak tahu seperti apa isi wasiat Sinuhun PB XIII itu. Tidak ada kesepakatan, tidak ada ajakan rembuk,” ujar Hangabehi, dikutip dari Radar Solo (Jawa Pos Grup), Minggu (16/11).

Ia mengungkap ada momen yang membuatnya heran, yakni ketika jenazah PB XIII hendak diberangkatkan. Saat itu ia mendadak mendengar adanya kepyakan atau penetapan tertentu yang sebelumnya tidak pernah dibahas dalam keluarga.

Ketika menanyakan hal tersebut kepada GKR Timoer, ia hanya mendapat jawaban bahwa hal itu akan dibicarakan oleh “keluarga inti”.

Namun Hangabehi menilai istilah “keluarga inti” justru menimbulkan kebingungan. Ia menegaskan bahwa baik dirinya maupun adik kandungnya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan apa pun mengenai wasiat ataupun suksesi.

“Saya tidak tahu keluarga inti yang dimaksud siapa saja. Saya dan adik kandung saya justru tidak pernah diajak rembuk,” ujarnya.

Bantah Ada Kesepakatan dengan Pejabat Negara

Hangabehi juga membantah anggapan bahwa pertemuan keluarga dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Solo Respati Ardi telah menghasilkan keputusan tentang penerus takhta.

Ia menyebut pertemuan tersebut murni membahas bantuan teknis untuk kelancaran prosesi adat dan pemakaman PB XIII ke Imogiri.

“Itu bukan rapat keluarga dan tidak ada kesepakatan apa pun tentang suksesi. Pemerintah hanya menanyakan apa yang dibutuhkan untuk prosesi adat dan pemakaman,” jelasnya.

Jumenengan PB XIV Berlangsung Khidmat

Di sisi lain, prosesi Jumenengan PB XIV untuk Gusti Purbaya tetap berlangsung khidmat di Keraton Surakarta pada Sabtu pagi. Upacara pengambilan sumpah digelar tertutup, dihadiri sentana dalem serta jajaran pejabat adat.

GKR Timoer sebagai juru bicara keraton menyebut penobatan ini menandai babak baru bagi Keraton Surakarta.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore