Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 01.04 WIB

Korban Hilang Banjir dan Longsor di Nduga Terseret Arus Sungai Panpan Usai Bermain Voli

Prajurit TNI dari Koops Habema TNI melaksanakan pencarian korban hilang dan penanggulangan bencana banjir disertai longsor di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Koops Habema TNI) - Image

Prajurit TNI dari Koops Habema TNI melaksanakan pencarian korban hilang dan penanggulangan bencana banjir disertai longsor di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Koops Habema TNI)

JawaPos.com - Koops Habema TNI turun tangan membantu warga Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan yang terdampak banjir dan longsor pada Sabtu (1/11). Sampai hari ini (4/11), total jumlah korban hilang pasca bencana tersebut sebanyak 23 orang, 15 diantaranya diduga merupakan warga yang terseret arus usai bermain voli. 

Informasi itu disampaikan oleh Koops Habema TNI melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media. Saat banjir dan longsor terjadi, 15 orang tersebut baru saja pulang usai bermain voli. Mereka menggunakan jembatan di atas Sungai Panpan untuk menyeberang. Nahas, jembatan itu ambruk dan belasan orang terseret hingga hilang. 

Koops Habema TNI pertama kali mendapat informasi soal insiden tersebut pada Minggu siang (2/11). Belasan korban itu disebut berasal dari beberapa kampung di Nduga. Sampai hari ini, pencarian para korban masih dilakukan. Termasuk oleh prajurit TNI dari Koops Habema TNI yang kini sudah mendirikan Posko Kemanusiaan.

”Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah longsor dan banjir bandang yang menimpa masyarakat Distrik Dal, Kabupaten Nduga. Koops Habema telah mendirikan Posko Kemanusiaan di lokasi terdampak untuk membantu proses pencarian, penyaluran bantuan, dan pelayanan kesehatan bagi warga,” kata Panglima  Koops  Habema TNI Mayjen TNI Lucky Avianto.

Lucky menyatakan bahwa Posko Kemanusiaan yang didirikan oleh Koops Habema TNI merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu masyarakat Papua yang terdampak bencana. Dia menyampaikan, pihaknya  sudah menyiapkan personel dan peralatan lapangan untuk membantu akses distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau.

”Kehadiran TNI di Tanah Papua bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kemanusiaan. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan,” ujarnya. 

Menurut Lucky, saat ini masyarakat dari Distrik Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma bersama prajurit TNI masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang. Dalam waktu dekat, bupati Nduga bersama unsur Forkopimda direncanakan akan meninjau langsung lokasi terdampak bencana dan menyalurkan bantuan tambahan kepada masyarakat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore