Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 03.56 WIB

BCA Dorong Pengrajin Tenun Pakai Pewarna Alami, Ungkit Masa Jaya VOC

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (baju hijau) dalam acara pelatihan pewarnaan alami di Kota Medan, Sumatera Utara. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com) - Image

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn (baju hijau) dalam acara pelatihan pewarnaan alami di Kota Medan, Sumatera Utara. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Bank Central Asia, Tbk mendorong para pembuat kain tradisional atau wastra menggunakan pewarna alami untuk mewarnai bahan yang digunakan. Selain lebih ramah lingkungan, penwarna alami juga akan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
 
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pewarna alami sudah digunakan di Indonesia sejak era kolonial Belanda. Saat itu VOC bahkan berhasil meraup keuntungan besar dengan perdagangannya.
 
"Kalau kita bedah laporan keuangan VOC itu, perusahaan dagang terkaya di dunia pada satu, kontributor keduanya itu adalah mereka melakukan eksportasi untuk pewarnaan alam dengan tumbuhan-tumbuhan yang ada di Indonesia," kata Hera dalam acara Bakti BCA Pewarnaan Alami yang digelar di Istana Maimoon, Medan, Sumatera Utara pada 4-6 November 2025.
 
Sebagai megara tropis, Indonesia memiliki banyak bahan-bahan alam yang bisa digunakan sebagai pewarna alami. Kondisi ini harus dimanfaatkan oleh para pengrajin untuk meningkatkan perekonomian.
 
"Kita merasa mungkin masih ada jejak-jejak yang bisa kita kumpulkan lagi dan kita berdayakan lagi warisan itu," imbuhnya.
 
 
Hera menyampaikan, pelatihan pewarnaan alamai oleh BCA sudah dilakukan di tiga titik. Pertama di wilayah Timur Indonesia menyasar Sumba Timur. Wilayah tengah Indonesia digelar di Baduy, Banten. Sedangkan wilayah Barat digelar di Medan.
 
BCA berharap kegiatan ini bisa dilakukan konsisten, sehingga memberikan dampak nyata untuk pengrajin. Selain itu, akses pasar bisa semakin luas terbuka untuk produk dengan bahan dasar pewarna alami.
 
Di sisi lain, Hera merasa senang karena mulai muncul generasi muda yang terlibat dalam pewarnaan alami ini. Sebab, pada era sekarang banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di sektor modern.
 
"Generasi muda itu harus memiliki pride sebagai bagian Indonesia. Dan hal itu tentunya tidak bisa berdiri sendiri dengan budaya. Tapi kita lihat juga impact yang lain adalah lingkungan, karena ini perwarnaan alam," tandasnya.
 
Sebelumnya, BCA menggelar pembinaan pembuatan kain tradisional (wastra) menggunakan pewarna alam. Kegiatan ini bekerja sama dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami)  bagi 32 penenun songket Melayu Sumatra Utara.
 
Program Bakti BCA ini digelar pada 4-6 November 2025  di Istana Maimoon, Medan, Sumatera Utara. Pembinaan  ini merupakan wujud nyata dukungan BCA terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan eco-fashion wastra warna alam di berbagai daerah. 
 
Seperti wastra di daerah lain, tenun songket Melayu Sumatra Utara merupakan kain tradisional yang merekam keunikan masyarakat dan kearifan lokal sejak masa lampau. Tenun songket ini  memiliki motif yang terinspirasi dari keindahan alam daerah tersebut. 
 
Motif tenun songket Sumatra Utara tersebut dirajut dalam bentuk geometri indah dengan teknik stilasi yang nyaman dipandang. Banyak orang menyukai tenun songket Melayu Sumatra Utara karena keunikan tersebut. 
 
“Keindahan tenun songket Melayu Sumatra Utara tidak perlu diragukan lagi. Namun, saat ini banyak penenun belum menguasai teknik pewarnaan berbasis warna alam. Padahal, penggunaan warna alam pada tenun songket Melayu Sumatra Utara dapat menambah daya tarik dan nilai jualnya," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore