Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 November 2025, 16.25 WIB

Percepat Pencarian Korban Hilang di Lokasi Longsor Cilacap, BNPB Tambah Alat Berat 2 Kali Lipat

Dampak longsor yang mengubur 12 rumah di Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jateng pada Kamis malam (13/11). (BPBD Kabupaten Cilacap) - Image

Dampak longsor yang mengubur 12 rumah di Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jateng pada Kamis malam (13/11). (BPBD Kabupaten Cilacap)

JawaPos.com - Operasi pencarian korban hilang pasca longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) berlanjut hari ini (15/11). Data terakhir mencatat masih ada 20 korban hilang belum ditemukan. Untuk mempercepat proses pencarian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah jumlah alat berat 2 kali lipat. Dari 4 unit menjadi 8 unit. 

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan bahwa operasi pencarian korban diteruskan mulai pagi ini. Sesuai dengan hasil rapat koordinasi bersama seluruh jajaran di Cilacap tadi malam, pihaknya menambah alat berat yang dikerahkan di lokasi terdampak longsor. Dia memastikan, jika 8 unit alat berat belum cukup, jumlahnya akan kembali ditambah. 

Alat berat yang semulanya 4 unit, kami minta tambah dua kali lipat menjadi 8 unit. Jika nanti masih kurang, akan kami tambah lagi alat beratnya,” ungkap Budi. 

Perwira tinggi TNI AD dengan 2 bintang di pundak itu menyampaikan bahwa ratusan personel yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan juga dibantu oleh anjing pelacak dari Polri dan unit K9 Kantor SAR Semarang. Pengerahan anjing pelacak dilakukan guna mendeteksi keberadaan korban hilang yang diduga tertimbun material longsor.

”Selain fokus pada operasi SAR, dalam fase tanggap darurat ini secara paralel BNPB juga berkomitmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. BNPB menyediakan kebutuhan dasar seperti bahan makanan, tenda, selimut, dan matras,” tambah Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. 

Longsor di Cilacap terjadi pada Kamis malam. Sebelum longsor terjadi, hujan deras mengguyur daerah tersebut. Warga sempat mendengar suara gemuruh sebelum menyadari longsor sudah melanda. Menurut BNPB, lokasi longsor memang berada di daerah perbukitan. Sehingga material longsor menimbun permukiman warga di atas bukit tersebut. 

Data terakhir mencatat sebanyak 3 korban meninggal dunia. Sementara jumlah korban hilang saat ini masih 20 orang. Operasi pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. BNPB juga sudah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung dan terlibat dalam penanggulangan bencana yang terjadi di Cilacap.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore