Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 November 2025, 17.22 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita untuk Korban Longsor di Cilacap, Minta BNPB Tuntaskan Evakuasi

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak longsor di Cilacap, Jateng, pada Jumat (14/11). (BPBD Cilacap) - Image

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak longsor di Cilacap, Jateng, pada Jumat (14/11). (BPBD Cilacap)

JawaPos.com - Longsor yang melanda Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis malam (13/11) menyebabkan 3 korban meninggal dunia dan 20 korban hilang. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita untuk seluruh korban tersebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diminta turun tangan membantu penanganan bencana tersebut.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan sudah berada di lokasi terdampak longsor tersebut sejak kemarin. Dia segera berangkat setelah mendapat perintah dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Jenderal bintang dua TNI AD datang secara langsung ke lokasi terdampak bencana di 2 dusun yang berada di Desa Cibeunying. 

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka dan memberi perhatian yang besar pada bencana ini. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” ungkap Budi dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/11).

Mayjen Budi menyampaikan bahwa pihaknya datang langsung ke Cilacap untuk membantu Pemerintah Kabupaten Cilacap. Selain itu, BNPB juga perlu berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap dan Basarnas. Utamanya berkaitan dengan kebutuhan dalam proses pencarian korban.

”Terkait kebutuhan mendesak dalam operasi pencarian dan pertolongan di masa golden time,” kata dia. 

Saat ini, lanjut Budi, jumlah personel gabungan yang terlibat dalam operasi SAR sebanyak 512 orang. Terdiri atas personel dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan sejumlah relawan serta masyarakat setempat. Dia melihat pos-pos lapangan di lokasi terdampak bencana sudah terbentuk. Termasuk dapur umum yang dibutuhkan oleh warga. 

”Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak maupun tim SAR yang bertugas. Pos kesehatan juga dihadirkan untuk memberikan pelayanan secara gratis,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore