Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 16.47 WIB

Erupsi Gunung Semeru Rusak Infrastruktur PLN: 10 Tiang Patah dan Gardu 100 KVA Terendam Lahar

Erupsi Gunung Semeru juga berdampak pada Infrastruktur kelistrikan, sebanyak 10 tiang listrik PLN patah dan Gardu 100 KVA terendam lahar. (Humas PLN UID Jawa Timur) - Image

Erupsi Gunung Semeru juga berdampak pada Infrastruktur kelistrikan, sebanyak 10 tiang listrik PLN patah dan Gardu 100 KVA terendam lahar. (Humas PLN UID Jawa Timur)

JawaPos.com - Bencana Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Rabu sore (19/11), juga berdampak pada layanan kelistrikan di daerah tersebut. PLN mencatat sebanyak 10 buah tiang patah atau hilang. 

"Gardu Distribusi kapasitas 100 KVA yang menyuplai 100 pelanggan juga terendam lahar erupsi Gunung Semeru," tutur General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, Jumat (21/11).

PLN UID Jatim masih melakukan pengecekan aset PLN di lokasi terdampak dan melakukan pemetaan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang untuk pengamanan di lokasi terdampak. 

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan stakeholder untuk memastikan kondisi aman dan siap untuk melaksanakan recovery pada jaringan (kelistrikan) yang terdampak," sambungnya. 

Dari pengakuan salah satu warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Arista, mengatakan bahwa sejak erupsi Gunung Semeru, listrik di daerahnya mengalami mati beberapa kali. 

"Dari kemarin listrinya sering mati. Info yang saya dengar dari group warga Lumajang sih karena gardu PLN kena erupsi, ya namanya musibah, mbak, ndakpapa disyukuri," ucapnya kepada JawaPos.com, Jumat (21/11). 

Kronologi Singkat 

Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Jumat pagi (21/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 499 jiwa, dengann 21 rumah rusak parah, dan 124 hewan ternak mati. 

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore