Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 22.39 WIB

Hujan Deras Mengguyur Desa Supiturang Lumajang Pasca Erupsi Gunung Semeru

 

Hujan deras mengguyur Desa Supiturang Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Hujan deras mengguyur Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Jumat siang (21/11), setelah terjadi erupsi Gunung Semeru Rabu lalu. 

Gumukmas merupakan salah satu dusun yang terdampak cukup parah. Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, puluhan rumah tampak tertimbun material vulkanik Erupsi Gunung Semeru. 

Sebelum hujan turun, warga Dusun Gemukmas terlihat menengok rumahnya. Dibantu relawan SAR, beberapa diantaranya berupaya menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa diselamatkan. 

Ada pula warga yang menengok ladang mereka. Kondisinya porak poranda. Warga menyisir ladang, dengan harapan ada barang berharga yang bisa diselamatkan, seperti mesin genetika. 

Ada pula warga yang mengecek ladang mereka pasca erupsi. Kondisinya porak poranda. Mereka menyusuri area itu, berharap masih ada barang berharga yang bisa diselamatkan, seperti mesin genset.

Tak lama kemudian, awan mendung menutupi langit Dusun Gemukmas. Rintik hujan pun turun dan berubah menjadi deras. Santai, warga yang berasal di dusun tersebut berlarian mencari tempat teduh. 

Hingga berita ini ditulis, Jumat (21/11) pukul 14.45 WIB, hujan deras masih terus mengguyur.

Kronologi Singkat Erupsi Gunung Semeru

Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Jumat pagi (21/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 499 jiwa, dengann 21 rumah rusak parah, dan 124 hewan ternak mati. 

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore