Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 November 2025, 16.51 WIB

Hari Keempat Pasca Erupsi, Gunung Semeru Alami 35 Letusan dalam Enam Jam

Potret Gunung Semeru di hari keempat pasca erupsi, Sabtu (22/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Potret Gunung Semeru di hari keempat pasca erupsi, Sabtu (22/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Memasuki hari keempat pasca Erupsi Gunung Semeru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan adanya 35 kali letusan dalam enam jam terakhir pada Sabtu (22/11).

"Cuaca mendung, angin bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara 21-22 °C. Gempa letusan terjadi 35 kali dengan amplitudo 9 - 22 milimiter," tulis petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Wahyu Wijayanto, Sabtu (22/11).

Gunung setinggi 3.676 MDPL ini juga dilaporkan mengalami 8 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 - 4 mm dan lama gempa 25 - 64 detik, 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 - 8 mm, dan lama gempa 44 - 80 detik.

"Kemudian terjadi 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 22 mm, S-P 13 detik dan lama gempa 28 detik. Tingkat aktivitas saat ini masih level IV (awas)," imbuhnya. 

PVMBG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak. Di luar area itu, masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter.

"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu," tegasnya. 

Terakhir, PVMBG meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sungai atau lembah berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sebelumnya, terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Ratusan warga dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro terpaksa mengungsi, lantaran rumah yang mereka tinggali rusak tertimbun material vulkanik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore