Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 17.59 WIB

Semeru Erupsi 11 Kali Sehari, Kolom Abu 1.000 Meter di Langit Jawa Timur

Aktivitas Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11). (PVMBG/Antara)

JawaPos.com - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya yang tinggi. Gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini dilaporkan erupsi 11 kali pada Jumat (5/12) pagi kemarin. Peristiwa ini patut diwaspadai, mengingat erupsi terjadi dalam kurun waktu dini hari hingga pagi menjelang.

Dikutip dari Radar Jember (JawaPos Group), abu vulkanis yang dimuntahkan mencapai ketinggian fantastis, yaitu setinggi seribu meter di atas puncak.

Aktivitas erupsi Gunung Semeru tercatat sangat intens. Sejak pukul 00.36 WIB hingga 07.33 WIB, letusan telah terjadi sebanyak 11 kali.

Kolom abu yang teramati memiliki warna putih dengan intensitas tebal dan bergerak menuju arah barat laut. Data dari Pusat Pemantauan Gunung Api (PPGA) menunjukkan bahwa setiap erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 160 detik.

Petugas PPGA Mukdas Sofian membenarkan peningkatan aktivitas ini.

"Gunung Semeru terus erupsi, tinggi kolomnya rata-rata mulai 800 sampai 1.000 meter. Itu terjadi mulai dini hari," ujarnya dikutip JawaPos.com, Sabtu (6/12).

Meningkatnya aktivitas erupsi membuat pihak berwenang mengeluarkan imbauan bagi masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan, terutama awan panas dan aliran lahar.

Petugas mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di sejumlah area berbahaya. Salah satu zona terlarang adalah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi tepi sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter.

Daerah-daerah tersebut memiliki potensi tinggi untuk perluasan awan panas dan aliran lahar, bahkan hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Mukdas Sofian menekankan kembali pentingnya kewaspadaan.

"Mewaspadai potensi bencana susulan dan tidak melakukan aktivitas di dekat puncak Gunung Semeru," imbuhnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore