Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 21.13 WIB

Ditelepon Wabup Garut Putri Karlina, Kades Jatiwangi Nangis Minta Maaf Usai Viral Intimidasi Warga Miskin

Kepala Desa Jatiwangi menangis saat ditelepon Wakil Bupati Garut Putri Karlina. (Istimewa) - Image

Kepala Desa Jatiwangi menangis saat ditelepon Wakil Bupati Garut Putri Karlina. (Istimewa)

JawaPos.com - Kepala Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, akhirnya menangis dan meminta maaf setelah videonya viral karena diduga mengintimidasi warga miskin.

Permintaan maaf itu disampaikan saat ia menerima telepon dari Wakil Bupati Garut Putri Karlina.

Sambil menangis tersedu-sedu, sang kades mengaku belum mampu melayani warga dengan baik akibat keterbatasan anggaran dan miskomunikasi di lapangan.

Dalam percakapan itu, ia terdengar terisak sambil menyampaikan penyesalan. Ia mengatakan banyak kebutuhan warga yang belum bisa ditangani karena keterbatasan kemampuan desa.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Betul-betul kami ini masih belum bisa jadi kepala desa seperti harapan keluarga,” ucapnya dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Rabu (26/11).

Ia juga menegaskan bahwa persoalan yang viral adalah akibat salah paham antara dirinya, RW, dan warga.

Sang kades berharap persoalan ini bisa menjadi pelajaran untuk memperbaiki pelayanan di Desa Jatiwangi. “Kami berdoa semoga ke depan Jatiwangi bisa membangun,” katanya.

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan sosok diduga Kepala Desa Jatiwangi memarahi warga miskin viral di media sosial.

Video tersebut menunjukkan kades berbaju biru menegur keras seorang pria terkait kondisi rumah tidak layak huni yang sebelumnya diunggah keluarga itu ke media sosial guna mencari bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info dari TikTok Butterfly itu memperlihatkan kades menegur warga karena rumah mereka diviralkan. Padahal tujuan keluarga tersebut adalah mendapat perhatian dan bantuan.

Dalam video, warga tersebut berusaha menenangkan situasi. “Sebentar Pak ya… ayo masuk dulu,” kata pria pemilik rumah.

Namun, kades tetap bersuara tinggi, mengklaim dirinya sedang berkoordinasi dengan dinas untuk mencari bantuan.

Ketegangan memuncak saat kades menyebut soal kultur dan menyatakan pria tersebut bukan warga Jatiwangi. Pernyataannya ditampik oleh istri pemilik rumah yang menegaskan bahwa suaminya asli warga setempat.

“Saya bukan nanya kamu,” jawab sang kades yang membuat situasi makin panas.

Unggahan ini langsung memantik reaksi warganet. Salah satu akun, @ahmad****, meminta video tersebut terus diviralkan agar mendapat perhatian lebih luas.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore