Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2025, 19.30 WIB

Dampak Banjir dan Longsor di Sumut Meluas, BNPB Kerahkan Pesawat dan Helikopter Bantu Penanggulangan Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan langkah penanganan banjir dan longsor di Sumut. (BNPB) - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan langkah penanganan banjir dan longsor di Sumut. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis untuk membantu penanganan banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Hari ini (27/11), BNPB mengerahkan satu helikopter dan pesawat untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, serta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sesuai dengan laporan yang diterima oleh BNPB, total ada 4 daerah yang terdampak paling parah. Yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Banjir dan longsor di 4 daerah itu terjadi akibat cuaca esktrem beberapa hari belakangan. Akibatnya banyak warga menjadi korban, termasuk korban meninggal dunia.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa instansinya sudah mengerahkan tim yang dipimpin oleh deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB untuk melakukan koordinasi dan menyusun langkah-langkah penanganan darurat bersama BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah daerah setempat. 

”BNPB telah mengerahkan tim dipimpin Deputi 4 melalui Bandara Silangit Tapanuli Utara. Tentu membawa barang kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus memberikan solusi yang akan dilakukan langkah pertama juga sudah berkoordinasi dengan unsur BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah daerah bersama unsur-unsur lainnya,” ungkap Suharyanto.

Salah satu fokus BNPB saat ini adalah membuka akses yang terputus akibat tanah longsor di sejumlah titik. Khususnya jalur yang menghubungkan Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Diakui oleh Suharyanto ada banyak akses jalan yang terputus.

”Tentunya pertama adalah membuka akses, karena banyak titik-titik di jalan antara Sibolga ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan terputus, termasuk ke Tarutung. Itu yang akan dibuka dalam waktu satu hingga dua hari ini,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB mengerahkan 1 unit helikopter dan 1 unit pesawat caravan. Helikopter dikirim untuk kebutuhan evakuasi dan sebagainya. Sementara pesawat caravan digerakkan untuk melaksanakan OMC. 

”Saya akan menggeser satu pesawat helikopter airbus yang cukup besar untuk membantu evakuasi menjaga transportasi dan mengirimkan satu pesawat fixed-wings jenis caravan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” kata dia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore