Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 November 2025, 02.43 WIB

Banjir dan Longsor di Sumbar Sebabkan 12 Korban Meninggal Dunia, Lebih dari 12 Ribu Korban Terdampak

Banjir dan longsor di Sumbar menyebabkan kerusakan hebat. Termasuk pada bangunan rumah dan infrastruktur vital. (BNPB) - Image

Banjir dan longsor di Sumbar menyebabkan kerusakan hebat. Termasuk pada bangunan rumah dan infrastruktur vital. (BNPB)

JawaPos.com - Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari belakang mengakibatkan banjir dan longsor. Sampai hari ini (27/11) bencana masih terjadi. Tidak hanya menyebabkan kerusakan, sebanyak 12 korban meninggal dunia dan lebih dari 12 ribu korban terdampak. 


Dalam rapat penanggulangan bencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumbar yang dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) dengan pemerintah pusat, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mengungkapkan bahwa  pihaknya terus melaksanakan operasi penanganan darurat bersama stakeholder lain.


”Data terakhir di Sumatera Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12 ribu jiwa,” ujar Vasko. 


Dalam kesempatan yang sama, Vasko menyampaikan beberapa kendala dan tantangan yang dihadapi oleh petugas di lapangan. Pertama akses komunikasi, pembersihan material sisa banjir dan longsor, serta kerusakan infrastruktur vital yang perlu perbaikan darurat. Dia menyatakan bahwa kerusakan itu tersebar di beberapa kota dan kabupaten.


”Titik longsor di badan jalan yang amblas, pohon tumbang di beberapa kabupaten dan kota,” imbuhnya.


Berdasar data dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Sumbar cuaca ekstrem beberapa hari belakangan berdampak pada 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir, longsor dan sejumlah pohon tumbang di 14 titik. BPBD setempat masih melakukan pemutakhiran data atas dampak bencana tersebut. 


”Kami telah menetapkan status tanggap darurat dan juga beberapa kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem. Sejumlah wilayah akan menyusul dalam penetapannya,” kata dia. 


Siklon Tropis Senyar yang berasal dari bibit 95B terdeteksi sejak Jumat pekan lalu (21/11). Dampak pergerakan siklon tersebut, cuaca ekstrem yang berujung bencana banjir, longsor serta angin kencang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Saat ini pemerintah fokus melakukan penanggulangan bencana dan menyelamatkan korban di 3 provinsi tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore