
AirNav Indonesia pastikan keamanan layanan navigasi penerbangan di sejumlah wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh pasca banjir dan longsor. (Istimewa)
JawaPos.com - AirNav Indonesia memastikan keamanan layanan navigasi penerbangan di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor agar tetap terjaga.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menegaskan komitmen perusahaan dalam kondisi darurat adalah menjaga stabilitas. Meskipun beberapa unit layanan AirNav menghadapi dampak langsung dari bencana, layanan navigasi harus terus berjalan.
"Dalam kondisi darurat seperti ini, prioritas kami adalah menjaga keberlangsungan layanan navigasi penerbangan. Sekaligus pula memastikan operasional misi kemanusiaan dapat berlangsung tanpa hambatan," ujar Capt. Avirianto, Minggu (30/11).
Sebagai respons awal, AirNav Indonesia menerapkan kebijakan tanggap darurat. Perusahaan sempat menerbitkan NOTAM TIBA (Traffic Information Broadcast by Aircraft) di tiga lokasi: Bandara Lhokseumawe, Takengon, dan Mandailing Natal.
Penerbitan NOTAM ini disebabkan oleh kendala akses dan personel navigasi di lokasi tersebut yang turut terdampak banjir.
Namun, manajemen segera mengaktifkan Posko Operasional Navigasi Penerbangan di fasilitas INMC (Indonesia Network Management Center). Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali dan monitoring layanan di seluruh wilayah terdampak.
AirNav langsung melakukan manuver cepat untuk menjaga stabilitas operasional. Mereka mengirimkan bala bantuan personel operasional dan teknis dari berbagai kantor cabang besar.
Petugas dari MATSC (Makassar), JATSC (Jakarta), Halim Perdanakusuma, dan Pekanbaru dikerahkan untuk memperkuat pelayanan di Kantor Cabang Aceh dan Medan. Personel juga ditugaskan langsung ke unit layanan di Lhokseumawe dan Takengon.
Upaya ini krusial untuk memastikan operasional bandara berjalan normal dan mendukung penuh misi kemanusiaan via udara oleh Basarnas, TNI, BNPB, dan lembaga lainnya.
"Seperti Basarnas, TNI, BNPB, serta lembaga kemanusiaan lainnya. Dengan pemulihan personel tersebut, NOTAM TIBA kemudian dicabut," lanjut Avirianto.
AirNav tidak hanya berfokus pada personel, tetapi juga infrastruktur vital. Untuk menjamin konektivitas operasional tetap stabil di tengah gangguan telekomunikasi darat akibat banjir, AirNav memperkuat sistem komunikasi penerbangan melalui penyediaan dan pemasangan jaringan internet Starlink di Lhokseumawe, Sibolga, dan Gunung Sitoli.
Peralatan teknis pendukung juga dikirimkan ke lokasi untuk memastikan seluruh fasilitas navigasi penerbangan tetap berfungsi optimal.
"Selama status tanggap darurat diberlakukan, AirNav Indonesia akan terus memonitor kondisi di lapangan dan siap melakukan penambahan sumber daya maupun langkah teknis lanjutan apabila diperlukan. Hal tersebut guna menjamin keselamatan dan kelancaran navigasi penerbangan serta mendukung penuh operasi kemanusiaan yang berlangsung," imbuh Avirianto.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
