Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Desember 2025, 17.18 WIB

Akses Makanan Diduga Terputus, Warga Agam Terdampak Bencana Keluhkan Empat Hari Tak Makan dan Kelaparan

BNPB memperbarui data korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumbar. Pada Sabtu (29/11) sebanyak 74 korban meninggal dunia sudah terdata di Kabupaten Agam. (BNPB) - Image

BNPB memperbarui data korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumbar. Pada Sabtu (29/11) sebanyak 74 korban meninggal dunia sudah terdata di Kabupaten Agam. (BNPB)

JawaPos.com - Berbagai bencana alam seperti tanah longsor hingga banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hal ini memicu kondisi darurat kemanusiaan.

Warga di Jorong Silungkang, Kampung Aua dan Kampung Lansek, Nagari Tigo Koto Silungkang, melaporkan dirinya telah empat hari kesulitan mendapatkan makanan akibat akses terputus dan dugaan ketidakadilan penyaluran bantuan.

Bahkan, keluhan masyarakat semakin mencuat setelah permintaan beras dari warga disebut-sebut ditolak oleh Wali Nagari Tigo Koto Silungkang. Alasannya, penyaluran bantuan diprioritaskan ke Nagari Salareh Aia terlebih dahulu.

Akhirnya, kebijakan ini memicu keprihatinan mendalam di tengah kondisi warga yang telah berhari-hari menahan lapar.

“Tolong Ketua, warga Silungkang, Kampung Aua, dan Kampung Lansek sudah empat hari tidak makan,” ujar Winda seperti dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (12/1).

Winda sendiri merupakan warga yang menegaskan bahwa alasan prioritas bantuan tak bisa diterima lantaran kebutuhan dasar warga belum terpenuhi. Dia pun mempertanyakan alasan pemilahan itu.

“Ndak bisa lah kalau warga Koto Alam diprioritaskan, sedangkan kita di kampung sendiri tidak makan,” katanya, menyebut jalan ke wilayah mereka sudah terputus total.

Bahkan, kesulitan warga telah mencapai titik yang prihatin. Warga lainnya di Jorong Silungkang, Puji, mengungkapkan bahwa pihaknya kini terpaksa bertahan hidup dengan apapun yang tersedia.

“Alhamdulillah, meski tidak ada kayu, meski tidak ada api, ubi masih bisa dimakan mentah. Alhamdulillah masih ada yang bisa kami makan,” ujarnya.

Bahkan, warga lainnya turut mempertanyakan lambatnya respons pemerintah and nagari. “Apa harus ada yang meninggal dulu baru dibantu?,” ucap seorang warga.

Sementara itu, Camat Palembayan, Sabirun, merespons aduan warga dengan janji untuk segera menindaklanjuti. “Makasih infonya, akan kita bilang ke Wali Nagarinya,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Reza Syafdefianti, turut menegaskan bahwa pihaknya segera mengingatkan persoalan ini. “Kami akan ingatkan masalah ini,” ujarnya singkat.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore