Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 20.20 WIB

KDM Ungkap Penyebab Banjir di Kabupaten Bandung, Janji Hentikan Alih Fungsi Lahan di Hulu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (ANTARA/Ricky Prayoga) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (ANTARA/Ricky Prayoga)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan penyebab utama banjir yang terus berulang di Kabupaten Bandung berasal dari kerusakan tata ruang dan maraknya alih fungsi lahan.

Ia memastikan akan menghentikan praktik tersebut dan mengembalikan kawasan hulu ke fungsi ekologisnya.

Dalam penjelasannya, Dedi menyebut ada tiga langkah mendesak yang harus dilakukan untuk menuntaskan banjir di wilayah tersebut.

Pertama, tata ruang Kabupaten Bandung harus dikembalikan sebagaimana mestinya dengan memperbanyak ruang hijau di kawasan hulu.

Menurut dia, langkah ini tidak mudah karena akan memicu penolakan dari pihak-pihak yang sudah telanjur menikmati pemanfaatan lahan di kawasan tersebut.

Kedua, Dedi menegaskan perlunya menghentikan alih fungsi lahan yang mengubah perkebunan teh dan wilayah hutan menjadi area pertanian sayur seperti kentang dan komoditas lain.

Ia menilai perubahan tersebut menyebabkan sedimentasi besar yang kemudian mengalir ke Sungai Citarum.

“Lahan yang sudah berubah harus dikembalikan menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lain yang tidak memperparah sedimentasi,” ujarnya dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis (4/12).

Ketiga, pembangunan bendungan di Kertasari disebut sebagai langkah strategis terakhir untuk mengendalikan arus air dari wilayah hulu.

Dedi menyatakan ketiga langkah itu harus dijalankan bersama dan tidak hanya direspons dengan keluhan ketika banjir terjadi.

Ia juga mengingatkan agar izin pembangunan perumahan yang menguruk daerah aliran sungai dan rawa tidak lagi dikeluarkan.

Menurut dia, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung perlu bersinergi mengembalikan tata ruang ke fungsi alam semula.

Termasuk menambah danau-danau kecil dan cekungan alami yang kini banyak berubah menjadi kawasan perumahan dan area bisnis.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore