Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 06.01 WIB

Terkena Awan Panas Erupsi Semeru, Pasutri Asal Kediri Alami Luka Bakar

Terkena Awan Panas Erupsi Semeru, Pasutri Asal Kediri Alami Luka Bakar. (Dokumentasi BPBD Lumajang)

JawaPos.com - Sepasang suami istri (pasutri) mengalami luka bakar serius setelah terkena awan panas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Rabu sore (19/11). 

Mereka adalah Haryono, laki-laki, 48 tahun, dan Normawati, perempuan, 42 tahun, warga Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. 

"Dua orang mengalami luka bakar, penduduk Kediri tapi tinggal di Tempeh, belum lapor pindah," tutur Kepala Pelaksan BPBD Lumajang, Isnugroho dikonfirmasi awak media, Rabu (19/11).

Keduanya terkena Awan Panas Guguran (APG) saat melintas di wilayah Gladak Perak, Sumbermujur, Kabupaten Lumajang. Akibatnya, Haryono dan Normawati mengalami luka bakar 20 persen pada tangan dan muka. 

"Dia maksa lewat Gladak Perak ketika APG datang mengalami luka bakar 20 persen tangan sebagian muka dan sudah ditangani oleh medis RSU Pasirian, sepertinya sepasang suami istri," imbuhnya.

Sebagai informasi, Gunung Semeru kembali erupsi dan meluncurkan awan panas sejak Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Statusnya gunung setinggi 3.676 MDPL itu pun naik dari level III Siaga menjadi level IV Awas. 

“Benar, statusnya kini naik lagi menjadi awas (atau level IV)," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, dikutip dari Radar Jember, Jawa Pos Group, Rabu (19/11).

Saat ini, BPBD Kabupaten Lumajang melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal atau berada di zona merah. Petugas fokus memindahkan mereka ke tempat yang dinilai lebih aman.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, luncuran awan panas Gunung Semeru sudah mencapai jarak 14 kilometer. Akses jembatan Gladak Perak pun ditutup karena sudah dipenuhi awan panas. 

"Awan panas masih berlangsung, dengan amplitudo maksimum 40 mm. Arah angin menuju ke utara dan cuaca terpantau berawan," tutur Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Gatot Soebroto, Rabu (19/11).

Dari video amatir yang beredar luas di media sosial, awan panas guguran dengan warna hitam pekat, atau yang sering disebut wedus gembel, menutupi area sekitar. Masyarakat berlarian mengamankan diri. 

"Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi yg dikeluarkan oleh PVMBG dan instansi terkait. Terus berhati-hati dalam berkegiatan disekitar sungai dan area Semeru," pungkas Gatot. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore