
Sugito menunjukkan nilai uang ganti sawah miliknya yang terdampak proyek tol Jogja-Bawen saat pembayaran di Balai Desa Candisari, Secang, Selasa (9/12/2025). (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR MAGELANG)
JawaPos.com - Nasib seseorang memang tak pernah bisa diduga. Mbah Sugito, kakek berusia 90 tahun asal Secang, Magelang, mendadak jadi miliarder setelah sawah yang menjadi sumber mata pencahariannya dibebaskan untuk proyek Jalan Tol Jogja-Bawen.
Tanah sawah seluas 2.854 meter persegi milik Mbah Sugito dibeli negara dengan harga fantastis: Rp 3,24 miliar lebih. Tanah tersebut dihargai hingga Rp 1,14 juta per meter persegi, lebih tinggi dari harga pasaran.
Sebagai perbandingan, menurut pengakuan keluarga, harga pasaran tanah di pinggir jalan di kawasan tersebut hanya sekitar Rp 500 ribu per meter persegi, sementara yang di dalam sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.
Pembayaran ganti untung dilakukan di Balai Desa Candisari, Kecamatan Secang, pada Selasa (9/12).
Kenaikan nilai tanah ini membuat keluarga Mbah Sugito syok sekaligus bersyukur. Putra keempat Sugito, Nahrowi, 43, mengatakan, perasaan keluarga saat ini campur aduk. Ada rasa kecewa, sedih, dan bahagia.
"Ya rasanya campur aduk, kecewa sih kecewa, sedih, tapi mau bagaimana lagi sudah ketentuan dari sana (pemerintah pusat). Apalagi sawah ini merupakan sumber penghasilan utama bapak (Sugito) dan keluarga," ujar Nahrowi, dikutip dari Radar Magelang (JawaPos Group), Rabu (10/12).
Sawah di Desa Candisari ini dikenal sangat subur. Bahkan, hasil panen terakhir mencapai 1,7 ton padi. Oleh karena itu, keluarga berharap ada kelonggaran untuk panen terakhir.
"Ini kan sebenarnya baru kita tanam dan umurnya satu bulanan, dan masih ada waktu panennya. Kami berharap padi ini bisa kita panen dulu," harap Nahrowi.
Uang ganti rugi lebih dari Rp 3,2 miliar kini berada di tangan keluarga Sugito. Lantas, akan digunakan untuk apa dana sebesar itu?
Nahrowi mengaku belum bisa memastikan. Pihaknya masih akan berembuk dengan Mbah Sugito dan saudara-saudaranya. Namun, satu rencana sudah pasti.
"Kita belum memastikan. Namun rencananya tetap ada yang akan dibelikan tanah lagi," ucapnya.
Sementara itu, proses pembebasan lahan untuk proyek Tol Jogja-Bawen terus berjalan. Panitia pengadaan tanah dari BPN Kabupaten Magelang, Adi Cahyanto, menjelaskan bahwa pada hari itu total pembayaran mencapai Rp 28,7 miliar untuk 31 bidang tanah seluas 2,4 hektare di lima desa. Yakni Purwodadi, Donorojo, Pancuranmas, Candisari, dan Sidogede.
"Total nilainya sekitar Rp 28,7 miliar dengan luasan sekitar 2,4 hektare," jelasnya.
Nilai ganti rugi tertinggi bahkan mencapai Rp 4,7 miliar di Desa Purwodadi. Pembayaran akan dilanjutkan di Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, minggu depan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
