BNPB memperbarui data korban meninggal dunia di Kabupaten Agam, Sumbar. Pada Sabtu (29/11) sebanyak 74 korban meninggal dunia sudah terdata di Kabupaten Agam. (BNPB)
JawaPos.com - Jumlah korban terluka akibat bencana banjir bandang longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mencapai lima ribu jiwa. Angka itu berdasar data di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (10/12), pukul 17.48 WIB. Khusus di Sumbar angka mencapai 113 jiwa.
Sementara menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Agam pada Selasa (9/12) pukul 16.00 WIB, tercatat 75 pasien yang mendapat penanganan. Mereka adalah korban bencana banjir bandang atau galodo. Untuk semua korban itu ditangani di RSUD Lubuk Basung. Hingga kini, 10 orang masih dirawat, 3 pasien dirujuk ke rumah sakit lain, 2 orang meninggal dunia, sementara 61 pasien telah dipulangkan setelah kondisi membaik.
Direktur RSUD Lubuk Basung, M. Riko Krisman mengatakan, hingga hari ini, Rabu (10/12) 37 pasien telah menjalani operasi. Jumlah tersebut menunjukkan betapa beratnya cedera yang dialami para korban.
“Situasi ini membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan stamina yang baik dari tim medis dan tenaga kesehatan. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan maksimal,” ujarnya yang dikutip JawaPos.com dari unggahan Instagram Diskominfo Agam pada Rabu 10/12).
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa para korban umumnya mengalami luka berat. Mulai robekan kulit, kerusakan jaringan, serta patah tulang di beberapa bagian tubuh. Ada pula korban yang mengalami cedera pada wajah dan kepala. Semua itu yang memerlukan perbaikan jaringan dan tindakan lanjutan.
Beberapa pasien harus dirawat intensif karena infeksi luka atau gangguan pernapasan akibat benturan keras.
RSUD Lubuk Basung memastikan ruang operasi, IGD, dan ruang perawatan tetap siaga 24 jam meski beban kerja meningkat tajam. Seluruh tenaga kesehatan bekerja bergiliran untuk menjaga layanan tetap aman dan cepat.
Riko Krisman menegaskan, seluruh pelayanan bagi korban bencana tidak dipungut biaya, baik untuk rawat inap, tindakan operasi, obat-obatan, hingga kebutuhan pemeriksaan lanjutan. Kebijakan itu sesuai dengan Surat Keputusan Tanggap Darurat yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, sehingga semua korban berhak memperoleh layanan penuh tanpa beban biaya.
Selain menangani korban selamat, RSUD Lubuk Basung juga tengah melaksanakan proses identifikasi jenazah. Dari 27 kantong jenazah yang diterima, 13 telah berhasil diidentifikasi, sementara 14 lainnya masih dalam proses.
Saat ini terdapat 8 jenazah di ruang penyimpanan RSUD, 13 sudah dipulangkan ke keluarga, dan 6 jenazah berada di RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan.
