Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Desember 2025, 18.27 WIB

Jumlah Korban Jiwa Bencana Alam di Pulau Sumatera Capai 1068 Jiwa, Bantuan Terus Berdatangan

Foto Udara sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang Junjung Sirih, Kab. Solok. Sumatera Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Bencana alam banjir dan longsor melanda sejumlah titik di Pulau Sumatera dari Provinsi Aceh hingga Sumatera Barat. Bencana ini menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar.

Bahkan, ribuan jiwa kehilangan orang terkasih, ratusan masih dalam pencarian, dan hampir satu juta warga terpaksa mengungsi. 

Berdasarkan data terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (19/12/2025) pagi. Jumlah korban meninggal tercatat mencapai 1.068 jiwa, 190 orang dinyatakan masih hilang dan 7.000 warga mengalami luka-luka.

Bahkan, terdapat 52 kabupaten/kota yang terdampak dengan total 147.236 rumah rusak. Kategori rusak berat ada 44.051 rumah, rusak sedang 29.809, dan rusak ringan sebanyak 73.376. 

Di tengah kondisi darurat ini, pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga pakaian layak, menjadi sangat mendesak.

Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan, Eiger Adventure turut menyalurkan sekitar 5 ton bantuan berupa lebih dari 19.000 item pakaian baru. 

Bantuan tersebut meliputi jaket, kaos, kemeja, hingga tas, serta dilengkapi dengan ribuan paket sembako yang disalurkan melalui kerja sama dengan berbagai mitra.

Penyaluran tahap awal telah dilakukan sejak awal Desember dengan pengiriman bantuan melalui Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, menuju daerah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Proses distribusi melibatkan jejaring relawan serta mitra di lapangan guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk senantiasa hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya pada masa-masa sulit. 

Dalam pelaksanaannya, Eiger Adventure menggandeng berbagai pihak lintas sektor, mulai dari komunitas hingga sektor swasta seperti WWF, National Geographic, Atjeh Connection, Kitabisa, Hatibaik, dan Gerakan Anak Negeri. 

Selain itu, kolaborasi juga dilakukan bersama unsur pemerintah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), guna memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, terkoordinasi, dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Direktur PT Eigerindo Multi Produk Industri, Imanuel Wirajaya, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan dalam situasi bencana berangkat dari nilai empati dan tanggung jawab sebagai brand lokal Indonesia.

“Di tengah situasi bencana, yang paling dibutuhkan adalah kehadiran dan empati. Kami berupaya memastikan bahwa bantuan yang kami salurkan bukan sekadar barang, tetapi juga pesan bahwa para penyintas tidak sendiri. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai brand yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore