Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Desember 2025, 04.42 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi Usul Pelaku LGBT Diasingkan ke Pulau Khusus di Mentawai, Ini Alasannya

Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah dan bersama isterinya Hj Harneli Bahar. (Antara/ HO) - Image

Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah dan bersama isterinya Hj Harneli Bahar. (Antara/ HO)

JawaPos.com - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh video penggerebekan seorang oknum guru SMA di Kota Padang. Oknum berinisial S, 58, tersebut tertangkap basah tengah melakukan tindakan asusila dengan seorang pemuda, LVSZ, 18, yang diduga merupakan mantan muridnya.

Kejadian memilukan ini berlangsung di toilet sebuah masjid di Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Senin (15/12). Menanggapi keresahan warga, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, angkat bicara.

Merespons maraknya penyimpangan sosial, Gubernur Mahyeldi melontarkan gagasan untuk mengisolasi para pelaku di tempat khusus. Tidak main-main, ia mengusulkan agar dibuatkan penjara di salah satu pulau di Kepulauan Mentawai.

Mahyeldi menilai, perilaku menyimpang tersebut berpotensi menular jika tidak ditangani dengan cara yang luar biasa. Isolasi dianggap sebagai langkah preventif agar dampaknya tidak meluas ke masyarakat lain.

"Pernah saya usulkan kepada Kanwil Pemasyarakatan dan juga berbincang dengan Bupati, bahwa Mentawai perlu dirancang penjara, di suatu pulau. Harapannya, pelaku-pelaku penyimpangan atau pelanggaran lainnya bisa terisolasi di satu tempat," ujar Mahyeldi.

Lebih lanjut, Mahyeldi menekankan bahwa perilaku menyimpang ini seringkali bermula dari pengalaman masa lalu yang kemudian dipraktikkan kembali. Oleh karena itu, tindakan hukum saja dianggap tidak cukup.

"Perlu diketahui juga ini penyakit ya. Biasanya orang yang pernah mendapat perlakuan, maka mereka juga akan menjadi pelaku," tambahnya.

Selain mendorong sanksi hukum dan adat, Gubernur Sumbar ini juga memerintahkan Dinas Pendidikan Sumbar untuk memperketat seleksi tenaga pendidik. Tujuannya, memastikan lingkungan sekolah aman dari pengaruh negatif oknum guru yang tidak bertanggung jawab.

Kabar penggerebekan oknum guru di toilet masjid dalam kondisi tanpa busana ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan. Saat ini, oknum guru tersebut telah diserahkan kepada pihak berwajib untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore