
Polresta Jogjakarta ungkap dugaan sindikat love scamming jaringan internasional. (Luqman Hakim/Antara)
JawaPos.com–Kepolisian Resor Kota Jogjakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional. Mereka beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta.
Kepala Polresta Jogjakarta Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pandia menjelaskan, praktik penipuan itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/1) pukul 13.00 WIB.
”Kantor itu diduga digunakan sebagai tempat dugaan tindak pidana love scamming,” ujar Pandia seperti dilansir dari Antara di Mapolresta Jogjakarta, Rabu (7/1).
Dari hasil pemeriksaan, telah ditetapkan enam orang tersangka yang masing-masing berinisial R, 35, selaku CEO atau pemilik perusahaan; H, 33, sebagai HRD; P, 28, dan M, 28, sebagai project manager; serta V, 28, dan G, 22, sebagai team leader.
Altair Trans Service Cabang Jogjakarta, kata Pandia, diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari Tiongkok. Penipuan itu memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan aplikasi kloningan dari aplikasi asal Tiongkok bernama WOW.
Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
”Penggunaannya adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia,” ucap Pandia.
Setelah pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi. ”Untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu,” terang Pandia.
Dari perusahaan itu, polisi menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang diduga digunakan sebagai sarana tindak pidana. Di dalamnya ditemukan berbagai foto serta video bermuatan pornografi.
Selain barang bukti, lanjut Pandia, diamankan pula 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Jogjakarta. Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka.
Sementara itu, Kepala Satreskrim Polresta Jogjakarta Komisaris Polisi Riski Adrian menambahkan praktik tersebut telah berlangsung hampir satu tahun. Dalam setiap shift, para admin ditargetkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan.
”Kalau dikalkulasikan, per shift bisa menghasilkan lebih dari Rp 10 miliar per bulan, dan dalam operasionalnya mereka dibagi ke dalam tiga shift,” papar Adrian.
Adrian menyebut pendapatan bulanan pemilik PT Altair Trans Service juga berasal dari potongan gaji karyawan, dengan nilai sekitar Rp 750 ribu dari setiap karyawan per bulan. Total karyawan perusahaan itu mencapai 160 hingga 200 orang, sedangkan yang diamankan saat operasi tangkap tangan sebanyak 64 orang.
Polresta Jogjakarta sedang berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri serta Interpol untuk menelusuri dan memburu penyewa jasa atau klien dari PT Altair Trans Service yang diduga berada di luar negeri.
”Puluhan karyawan perusahaan yang saat ini masih berstatus saksi terus didalami keterangannya,” tandas Adrian.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
