
Ilustrasi scam. (Kaspersky)
JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut love scam kini menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital global. Modus penipuan berbasis hubungan emosional tersebut dijalankan oleh sindikat lintas negara, termasuk yang menyasar korban di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan love scam merupakan kejahatan finansial digital yang tengah marak secara global dan telah terbukti terjadi di Tanah Air.
“Love scam ini menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang jumlahnya terus meningkat dan dilakukan secara global oleh sindikat-sindikat internasional. Di Indonesia, kasus terbaru yang terungkap terjadi di Yogyakarta, di mana ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional,” ujar Friderica dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1).
Ia menjelaskan, para pelaku memanfaatkan internet dan berbagai aplikasi digital untuk menjaring korban di banyak negara sekaligus. Karakter kejahatan lintas batas ini membuat risiko yang ditimbulkan menjadi sangat tinggi.
“Para scammer menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi. Kejahatan seperti ini memiliki risiko lintas batas yang sangat tinggi,” jelasnya.
Anggota Dewan Komisioner OJK yang akrab disapa Kiki itu membeberkan bahwa modus love scam dilakukan dengan memanipulasi emosi korban. Pelaku membangun hubungan personal secara intens hingga korban merasa memiliki relasi khusus atau hubungan romantis.
“Korban dimanipulasi secara emosional, merasa memiliki relationship, kemudian dipersuasi secara perlahan. Pada akhirnya korban secara sukarela mentransfer sejumlah uang karena merasa memiliki hubungan yang spesial dengan lawan jenis atau pihak tertentu,” ungkapnya.
Akibatnya, korban tidak hanya mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar, tetapi juga menghadapi dampak psikologis yang serius. Menurut Kiki, dampak emosional dari love scam kerap lebih sulit dipulihkan dibandingkan kerugian materi.
“Selain kehilangan uang dalam jumlah besar, dampak psikologis akibat manipulasi emosi ini juga sangat berat dan sulit disembuhkan karena melibatkan emosi yang mendalam,” tuturnya.
Untuk menekan maraknya kejahatan tersebut, OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang terus berevolusi, termasuk love scam.
Upaya tersebut merupakan bagian dari kampanye nasional pemberantasan scam dan aktivitas keuangan ilegal. Dalam pelaksanaannya, Satgas PASTI memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas.
“Pesan-pesan anti-scam kami sampaikan melalui media sosial, media massa, transportasi massal, podcast, hingga ditampilkan langsung di kanal layanan perbankan seperti ATM dan aplikasi mobile banking,” pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
