Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2026, 12.59 WIB

Korban Meninggal akibat Banjir Bandang di Pulau Siau Jadi 17 Orang

Basarnas Sulut, masyarakat, pemerintah kabupaten, dan para pihak bahu membahu mencari dan menyelamatkan korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. (Basarnas Sulut/Antara) - Image

Basarnas Sulut, masyarakat, pemerintah kabupaten, dan para pihak bahu membahu mencari dan menyelamatkan korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. (Basarnas Sulut/Antara)

JawaPos.com–Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang yang menerjang beberapa desa dan kelurahan di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara mencapai 17 orang. Dua warga masih dinyatakan hilang masih dicari tim SAR.

”Korban meninggal 17 orang, sementara dalam pencarian sebanyak dua orang. Untuk korban meninggal awalnya ada 15 orang, kemudian bertambah satu yang meninggal karena sakit di pengungsian dan satu lainnya yang baru ditemukan,” kata Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng seperti dilansir dari Antara di Manado, Kamis (8/1).

Nuriadin mengatakan, hingga saat ini dua korban masih dalam pencarian, masing-masing atas nama Andris Pianaung dan Leonel Pianaung, keduanya laki-laki. Pada Rabu (7/1) pukul 11.40 WITA tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban atas nama Clayton Azriel Tatambihe. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Pencarian dilanjutkan hingga siang hari, namun tim terkendala hujan yang disertai angin kencang, khususnya di wilayah Desa Bahu Sondang. Hingga pukul 18.00 wita, tanda-tanda keberadaan kedua korban belum ada, sehingga operasi pencarian dihentikan sementara.

”Pencarian direncanakan akan dilanjutkan kembali pada hari ini (8/1) mulai pukul 08.00 wita,” terang Nuriadin Gumeleng.

Operasi SAR tersebut mengerahkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Sulawesi Utara, Kodam XIII/Merdeka, Polda Sulut, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Polres Sitaro, Kodim Sangihe, Koramil Sitaro, Pos AL Siau, serta pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Nuriadin menegaskan komitmen Basarnas untuk terus melakukan pencarian secara maksimal untuk menemukan seluruh korban dan membantu masyarakat terdampak bencana.

Sebelumnya, pada Senin (5/1) dini hari banjir bandang menerjang beberapa desa dan kelurahan di Pulau Siau, akibat hujan dengan intensitas deras selama kurang lebih lima jam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore