Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2026, 22.04 WIB

Anggaran Terbatas, Pemprov Jatim Tak Tambah Koridor Bus Transjatim

Ilustrasi Bus Transjatim melayani mobilitas masyarakat Jawa Timur. (Dokumen Jawa Pos) - Image

Ilustrasi Bus Transjatim melayani mobilitas masyarakat Jawa Timur. (Dokumen Jawa Pos)

JawaPos.com–Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi publik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kesulitan menambah koridor baru Bus Transjatim akibat keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono mengatakan, hingga saat ini, baru ada delapan koridor Bus Transjatim yang beroperasi dan melayani mobilitas masyarakat.

”Fiskal kita menurun, jadi memang untuk tahun ini (anggaran 2026) murni hanya cukup untuk kebutuhan operasional (Bus Transjatim). Delapan koridor itu yang sekarang beroperasi semua," tutur Nyono di Surabaya, Minggu (18/1).

Dia mengakui penurunan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan utama. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya mencukupi untuk menjaga operasional Bus Transjatim tetap berjalan optimal selama satu tahun.

Meski terkendala anggaran, Pemprov Jatim tetap menyiapkan rencana pengembangan Bus Transjatim. Tingginya okupansi penumpang, hampir 23 ribu orang per hari dari seluruh koridor, menjadi salah satu pertimbangan.

Nyono menyebut penambahan koridor masih berpeluang direalisasikan, apabila ada tambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) 2026.

”Kita berupaya menambah koridor, tetapi tergantung nanti di anggaran perubahan. Kalau nanti di PAK APBD ada tambahan anggaran, kita akan fokuskan pengembangan di Malang Raya,” tambah Nyono.

Pemprov Jatim menargetkan penambahan dua koridor Bus Transjatim di Malang Raya. Sementara di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan) butuh tambahan 3 koridor lagi.

Pengembangan operasional Bus Transjatim direncanakan menjangkau wilayah Bakorwil di Jawa Timur. Untuk mendukung rencana tersebut, Dishub Jatim memperkirakan kebutuhan sekitar lima koridor tambahan.

”Secara total, target kita sebenarnya ada 18 koridor Bus Transjatim. Idealnya Gerbangkertosusila 10 koridor, Malang Raya 3 koridor, dan Bakorwil-Bakorwil 5 koridor,” tandas Nyono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore