Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 20.41 WIB

Miris! Kakek Sukirno ODGJ di Ponorogo Dipasung Selama 20 Tahun

Anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo saat mengevakuasi Kakek Sukirno, ODGJ di Ponorogo yang dipasung oleh keluarganya selama dua dekade. (Dokumentasi Radar Madiun) - Image

Anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo saat mengevakuasi Kakek Sukirno, ODGJ di Ponorogo yang dipasung oleh keluarganya selama dua dekade. (Dokumentasi Radar Madiun)

JawaPos.com - Nama Kakek Sukirno alias Kirno, 60 tahun, warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendadak ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Kobdisi pria lanjut usia yang merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut memprihatinkan. Ia dipasung dan dikurung di dalam kurungan besi oleh keluarganya selama dua dekade.

Tubuhnya yang renta hanya bisa meringkuk di dalam kandang sempit, sebelum akhirnya dievakuasi oleh anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis.

Dari konten video proses evakuasi yang dibagikan akun Instagram @purnomopolisibaik, petugas berupaya mengeluarkan tubuh Kakek Sukirno dari kurungan besi tersebut dengan gerinda dan linggis.

Saat hendak dikeluarkan, Kakek Sukirno sempat mengamuk. Namun akhirnya berhasil setelah dibujuk. "Hanya demi rasa kemanusiaan kami semuanya bergerak bersama-sama," tulis Purnomo dalam caption, dikutip JawaPos.com, Jumat (30/1).

Penderitaan Kakek Sukirno kini berakhir, ia dibawa oleh Ipda Purnomo ke Pondok Rehabilitasi Mental Yayasan di Lamongan untuk menjalani perawatan serta pendampingan medis lanjutan.

“Secara medis (Sukirno) mengalami gangguan kejiwaan dan membutuhkan penanganan layak. Saya berkomitmen merawat beliau sampai kondisinya membaik," tutur Ipda Purnomo, dikutip dari Radar Madiun, Jawa Pos Group.

Lebih lanjut, Purnomo mengatakan bahwa awalnya, pihak keluarga menolak membebaskan Kakek Sukirno karena dikhawatirkan mengamuk. Keluarga juga meyakini bahwa sang kakek memiliki kekuatan supranatural yang berbahaya.

Dari penurutan warga setempat, Sukirno dulunya hidup normal. Namun setelah mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa, perilakunya berubah dan kondisi kejiwaannya memburuk, hingga keluarga memutuskan melakukan pemasungan.

Selama dikurung, Kakek Sukirno tak diperbolehkan menyentuh tanah. “Menurut kepercayaan keluarga, kalau beliau menginjak tanah, kekuatannya akan muncul dan bisa membahayakan,” ucap warga setempat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore