
Ilustrasi penembakan. (doc.Pixabay/Antara)
JawaPos.com - Serangan brutal berupa penembakan terjadi di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan pada Senin pagi (2/2).
Akibat aksi penembakan itu, seorang korban bernama Daniel Datti tewas. Berdasar keterangan saksi mata, korban diserang oleh 3 orang tidak dikenal yang membawa senjata api dan senjata tajam.
Tindakan penembakan oleh para pelaku membuat susana di sekolah tersebut mencekam. Apalagi sebelum masuk ke area sekolah, para pelaku meletuskan beberapa tembakan.
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT.
”Korban diketahui bernama Daniel Datti kelahiran Makale, Toraja, yang saat kejadian tengah bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah,” terang dia kepada awak media pada Selasa (3/2).
Menurut saksi mata, serangan itu bermula saat suara tembakan terdengar dari arah belakang sekolah.
Korban sempat berupaya menyelamatkan diri menuju ruangan guru, namun dia dikejar oleh 3 orang bersenjata.
Para pelaku membawa senjata rakitan panjang, kapak, telepon genggam untuk merekam peristiwa tersebut.
”Aksi penyerangan terjadi di dalam ruangan guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang komplek sekolah,” jelas Brigjen Faizal.
Berdasar hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka serius pada bagian kepala, punggung, dan kedua lutut.
Selain korban jiwa, serangan tersebut disertai perusakan kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi dan kaca belakang satu unit mobil berwarna merah.
Setelah menerima laporan, personel Satreskrim Polres Yahukimo langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.
Jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian.
”Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” kata Faizal.
Jenderal bintang satu Polri itu menegaskan bahwa kehadiran aparat di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat.
