Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Februari 2026, 23.48 WIB

Tak Hanya Tembaki Rangkaian Kendaraan Patroli di Freeport, OPM Curi Dua Puncak Senjata Api dari TNI

Pemakaman prajurit TNI AD yang gugur dalam penembakan di PT Freeport. Pemakaman dilakukan secara militer di Timika pada Kamis (12/2). (Kodam XVII/Cenderawasih) - Image

Pemakaman prajurit TNI AD yang gugur dalam penembakan di PT Freeport. Pemakaman dilakukan secara militer di Timika pada Kamis (12/2). (Kodam XVII/Cenderawasih)

JawaPos.com - Penembakan rangkaian kendaraan patroli di Rest Area MP 50, PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah tidak hanya menyebabkan seorang prajurit TNI gugur dan dua korban luka. Kodam XVII/Cenderawasih mengungkap bahwa dua pucuk senjata api dicuri oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Tri Purwanto menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi terkait aksi penembakan pada Rabu (11/2). Menurut dia, aksi teror terhadap masyarakat dan karyawan PT Freeport Indonesia terjadi pada pukul 15.00 WIT, persisnya saat Koramil 1710-04/Tembagapura melaksanakan patroli rutin.

Penembakan dilakukan secara mendadak dengan menghadang rangkaian patroli,” ujarnya.

Akibat penembakan tersebut, seorang prajurit TNI gugur dalam tugas. Korban bernama lengkap Sertu Arifin Cepa. Dia adalah prajurit TNI AD dari Koramil 1710-04/Tembagapura. Selain itu ada dua orang korban luka. Masing-masing bernama Serka Hendrikus yang juga personel Koramil 1710-04/Tembagapura dan seorang karyawan Freeport, Herman Rustaman.

”Korban luka saat ini dalam kondisi aman dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Sementara itu, prajurit yang gugur telah dimakamkan pada pukul 12.30 WIT di Timika dengan prosesi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” terang dia.

Selain mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, penembakan tersebut berdampak pada kerusakan pada sejumlah bagian kendaraan patroli serta hilangnya dua pucuk senjata milik personel TNI. Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Letkol Tri menegaskan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua.

”Kami mengutuk keras aksi teror tersebut. TNI akan terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan gentar menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan dan keselamatan warga,” tegasnya.

Lebih lanjut, perwira menengah TNI AD dengan dua kembang di pundak itu menyatakan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih juga terus melakukan langkah-langkah koordinatif dan terukur guna memastikan situasi tetap kondusif. Mereka juga memastikan terciptanya rasa aman bagi masyarakat di Papua, khususnya Mimika.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore