Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 03.37 WIB

Tragedi di Ponorogo: 4 Bocah TK dan SD Tewas Tenggelam Usai Pulang Sekolah

Empat anak TK dan SD korban tenggelam di Sidoharjo dilarikan ke Puskesmas Jambon namun nyawa mereka tak tertolong, Jumat (6/2). (SUGENG DWI/RADAR MADIUN) - Image

Empat anak TK dan SD korban tenggelam di Sidoharjo dilarikan ke Puskesmas Jambon namun nyawa mereka tak tertolong, Jumat (6/2). (SUGENG DWI/RADAR MADIUN)

JawaPos.com - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo. Keceriaan siang hari pada Jumat (6/2) berubah seketika menjadi tangis histeris setelah empat orang anak ditemukan tak bernyawa di sebuah sungai kecil di tepian desa.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB ini melibatkan korban yang masih sangat belia. Diketahui, tiga korban merupakan siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan satu lainnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Peristiwa memilukan ini bermula saat para korban bermain bersama usai jam sekolah usai. Area sungai tersebut memang sering menjadi tempat bermain favorit anak-anak setempat. Namun, maut mengintai di balik tenangnya air sungai siang itu.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa para korban diduga tidak menyadari kedalaman air di titik tertentu.

"Jadi anak-anak tadi pulang sekolah main di tempat sungai tadi," ujar AKBP Andin.

Berdasarkan investigasi awal, kedalaman air di lokasi kejadian ternyata mencapai leher orang dewasa. Bagi anak usia TK dan SD, kedalaman tersebut tentu sangat mematikan.

"Tapi nggak tahu, tempat anak tadi main itu kolamnya setinggi leher orang dewasa. Bagi anak-anak tadi kan nggak nyampek (tenggelam)," jelas perwira menengah tersebut.

Upaya Penyelamatan yang Berakhir Pilu

Diduga kuat, salah satu anak terpeleset ke area yang dalam. Melihat temannya dalam bahaya, anak-anak lainnya mencoba menolong, namun justru ikut terperosok hingga keempatnya tenggelam bersamaan.

Para orang tua yang panik segera mengevakuasi buah hati mereka dan melarikannya ke Puskesmas terdekat sekitar pukul 12.00 WIB. Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka.

"Jadi yang membawa ke sini (Puskesmas) orang tuanya masing-masing. Dari laporan Puskesmas, saat sampai sana keempatnya sudah meninggal dunia," terang Kapolres.

Langkah Tegas Kepolisian: Mitigasi Area Bahaya

Menanggapi tragedi ini, Polres Ponorogo berencana melakukan pengamanan ekstra di lokasi yang kerap dijadikan tempat bermain tersebut.

Salah satu langkah nyata yang akan diambil adalah memasang pagar pembatas di area sungai yang memiliki kedalaman berbahaya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore