Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 21.28 WIB

Tak Terkait Kasus Korupsi, Polresta Barelang Duga Bendahara RSBP Batam Meninggal Bunuh Diri

Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian. (Laily Rahmawaty/Antara) - Image

Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian. (Laily Rahmawaty/Antara)

JawaPos.com–Penyidik Satreskrim Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, menduga kuat penyebab kematian Bendahara Rumah Sakit BP Batam Sapto Agus Rinusgroho karena bunuh diri. Dugaan tersebut berdasar hasil penyelidikan yang dilakukan polisi.

”Diduga kuat bunuh diri,” kata Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian seperti dilansir dari Antara.

Menurut perwira menengah Polri itu, Sapto diduga bunuh diri karena persoalan pribadi. Pihaknya juga tidak menemukan adanya indikasi korban meninggal dunia terkait dengan isu kasus korupsi.

Dia meminta masyarakat melaporkan ke pihak kepolisian apabila ada tindak pidana lain yang menyebabkan Sapto meninggal dunia. ”Silakan melaporkan kepada kami. Karena penyelidikan yang ada saat ini adalah diduga kuat yang bersangkutan bunuh diri karena memiliki masalah pribadi,” ungkap Debby Tri Andrestian.

Dia menyebutkan, dugaan itu mengarah dari ditemukannya sejumlah barang pribadi milik korban. Termasuk sepeda motornya.

Sepeda motor tersebut sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Sapto dinyatakan hilang. Motor itu ditemukan terparkir di semak-semak di kawasan Sei Gong, Galang.

Selain itu, lanjut Debby Tri Andrestian, hasil penelusuran terhadap alat komunikasi yang bersangkutan mengindikasikan adanya persoalan pribadi yang memicu melakukan tindakan bunuh diri. Begitu juga dengan hasil visum terhadap jasad Sapto tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Kasus ini bermula ditemukannya jasad pria tanda identitas yang mengapung di perairan Air Dapur Luar, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, oleh seorang nelayan pada Sabtu (14/2) pukul 08.00 WIB. Jasad Saptu ditemukan tersangkut di bubu atau perangkap ikan milik nelayan tersebut.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Galang, lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk identifikasi. Identitas Sapto terkonfirmasi setelah identifikasi dilakukan pihak kepolisian. Kemudian dipublikasi melalui akun media sosial RSBP Batam yang mengucapkan belasungkawa pada Senin (15/2).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore