Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Oktober 2025, 15.00 WIB

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Neraca Perdagangan Surplus 64 Tahun Berturut-turut

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kesepakatan bersama dengan Wakil Presiden Komisi Eropa untuk Keamanan Ekonomi, Maroš Šefčovič, Selasa (23/9). (Istimewa) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kesepakatan bersama dengan Wakil Presiden Komisi Eropa untuk Keamanan Ekonomi, Maroš Šefčovič, Selasa (23/9). (Istimewa)

JawaPos.com -  Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kinerja ekspor-impor Indonesia tetap menunjukkan tren positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus beruntun selama 64 berturut-turut. Hal ini menandakan ketahanan ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika global.

Per Agustus 2025, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 5,49 miliar. Surplus ini terjadi lantaran nilai ekspor Indonesia masih lebih besar daripada nilai impornya.

Pada Agustus 2025 ekspor Indonesia mencapai USD 24,96 miliar atau naik 5,78 persen secara tahunan, sementara impor senilai USD 19,47 miliar atau turun 6,56 persen. Di sisi lain, pada Agustus 2025, impor mencapai USD 19,47 miliar, turun 6,56 persen dibandingkan Agustus 2024.

"Alhamdulillah juga neraca dagang kita terus positif, konsisten dalam 64 bulan terakhir. Dan pemerintah tentu tidak puas dengan capaian tersebut. Dan pemerintah terus melakukan reform struktural dalam bentuk deregulasi," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto belum lama ini, dikutip Minggu (19/10).

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan dari sisi perdagangan, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut, dengan pertumbuhan 45,8 persen sepanjang Januari hingga September 2025.

Bahkan, sepanjang Januari-Agustus 2025, nilai ekspor Indonesia telah meningkat 7,72 persen yang nilainya bisa mencapai USD 185,13 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 171,86 miliar.

Adapun Kemendag mengungkap surplus perdagangan kumulatif Indonesia tembus di angka USD 29,14 miliar atau meningkat 53,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya senilai USD 19,1 miliar.

Sementara itu, nilai impor Indonesia Januari–Agustus 2025 mencapai USD 155,99 miliar atau naik 2,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dengan demikian, tercatat sejak Mei 2020 hingga Agustus 2025 kita telah mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut," ujar Mendag Budi Santoso.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore