Pengunjung berfoto di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonomi digital tidak bisa lepas dari dari keamanan siber. Kebutuhan terhadap keamanan siber terus meningkat seiring dengan pertumbuhan bisnis layanan keamanan siber.
Menurut Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher, keamanan siber terus menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. PT ITSEC Asia Tbk pun hadir untuk mendukung ekosistem ekonomi digital memberikan keamanan siber.
"Tujuan kami, Empowering a Safer Digital Future, menjadi panduan dalam setiap langkah inovasi, investasi, dan ekspansi," ungkap Patrick Dannacher kepada JawaPos.com, Jumat (7/11). Dannacher menegaskan, ITSEC bukan hanya perusahaan yang tumbuh, tetapi juga yang melindungi pertumbuhan bagi korporasi, usaha kecil, dan masyarakat digital di seluruh wilayah.
PT ITSEC Asia Tbk yang berkode (IDX: CYBR) merupakan salah satu penyedia layanan keamanan siber terkemuka di Asia Tenggara. Pada sembilan bulan pertama 2025, CYBR mencatat kinerja dengan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, margin yang lebih tinggi, dan profitabilitas yang terjaga.
Perusahaan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 297,2 miliar. Angka itu meningkat 78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan mampu mempertahankan laba bersih sebesar Rp 11,5 miliar.
Sementara itu, margin kotor mencapai 46 persen, didukung efisiensi operasional dan peningkatan kontribusi produk bernilai tambah. Total liabilitas turun 28 persen. Total aset meningkat 24 persen dan menghasilkan posisi ekuitas senilai Rp 316,8 miliar.
Begitu juga kas dan setara kas naik 105 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 22,9 miliar, mencerminkan likuiditas yang solid dan pengelolaan biaya yang disiplin di seluruh lini bisnis.
“Kami bangga dapat kembali mencatat pertumbuhan yang sehat dengan profitabilitas yang terjaga, didorong oleh pelaksanaan strategi yang disiplin serta kesuksesan ekspansi platform Intellibron,” sambung Dannacher.
Pertumbuhan ITSEC pada kuartal III 2025 didorong oleh kinerja kuat di segmen Managed Security Services, Operational Technology (OT) Security, serta komersial Intellibron, platform intelijen ancaman berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan sepenuhnya oleh tim riset dan pengembangan ITSEC.
Awalnya dirancang untuk mendukung 60 juta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, kini Intellibron menjadi kontributor pendapatan terbesar ITSEC pada 2025 dengan menghadirkan layanan keamanan siber yang skalabel, otomatis, dan prediktif bagi berbagai jenis organisasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
