Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Januari 2026, 02.03 WIB

Kaleidoskop 2025: Babak Belur Penjualan Roda Empat, Dampak Pajak dan Ketidakstabilan Ekonomi

Suasana hari pertama GIIAS Bandung 2025. (Istimewa) - Image

Suasana hari pertama GIIAS Bandung 2025. (Istimewa)

JawaPos.com - Penjualan mobil nasional sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja penjualan kendaraan roda empat yang belum kembali ke level sebelum perlambatan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil baik dari sisi distribusi pabrikan ke diler (wholesales) maupun penjualan ritel ke konsumen menunjukkan tren menurun sepanjang tahun. Penurunan terjadi secara bertahap dari awal hingga akhir 2025 meski sempat mengalami kenaikan pada penjualan month to month beberapa kali.

Sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari dinamika ekonomi, perubahan preferensi konsumen, hingga penyesuaian strategi produsen otomotif. Situasi ini mendorong pelaku industri untuk melakukan evaluasi terhadap pola distribusi dan pemasaran.

Sempat Meningkat, Januari-Juni 2025 Penjualan Drop 8,6 Persen

Penurunan penjualan otomotif tampak sudah tak baik-baik saja sejak awal tahun, jumlah total penjualan mobil secara wholesales pada Januari tercatat sebesar 61.843 unit. Artinya, turun 11,3 persen secara year-on-year (YoY) pada Januari 2025 dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 69.758 unit. 

Meski begitu, tren sempat membaik pada Februari, yang mana penjualan roda empat mengalami peningkatan 16,7 persen dari Januari. Hasil positif ini mengikuti penundaan penerapan opsen di sebagian besar daerah walau kebijakan PPN 12 persen jadi diberlakukan pemerintah mulai Januari.

Adapun berdasarkan data Gaikindo, wholesales pada Februari mencapai 72.295 unit, bertambah 10.363 unit dari bulan sebelumnya.

Pada Januari-Juni 2025, penjualan mobil secara wholesales tercatat sebanyak 374.740 unit, atau turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal, pada semester pertama 2024, kinerja penjualan wholesales juga telah mengalami penurunan. Sepanjang Januari–Juni 2024, penjualan mobil dari pabrikan ke diler tersebut merosot 19,04 persen.

Tren serupa terjadi pada penjualan retail dari diler ke konsumen. Pada semester pertama 2025, penjualan retail menyusut 9,71 persen menjadi 390.467 unit. Meski demikian, penurunan penjualan retail pada periode ini tercatat lebih ringan dibandingkan semester pertama tahun lalu yang mengalami penurunan hingga 13,93 persen.

Juli-November 2025 Masih Alami Penurunan

Tren penjualan masih mengalami penurunan pada awal Semester II. Adapun penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2025 tercatat 60.552 unit, atau turun 18,4 persen dibandingkan Juli 2024 yang mencapai 74.230 unit.

Penjualan mobil secara retail juga mengalami penurunan 12,3 persen secara YoY, dengan capaian 62.770 unit, lebih rendah dibandingkan Juli 2024 yang membukukan 75.588 unit. 

Tren penurunan masih saja terjadi pada Agustus, September, dan Oktober 2025. Data pada bulan terakhir, penjualan mobil secara wholesales Oktober 2025 tercatat 74.019 unit, atau turun 4,4 persen dibandingkan Oktober 2024 yang mencapai 77.404 unit.

Namun, penjualan mobil secara retail sedikit mengalami kenaikan 1,4 persen secara YoY, dengan capaian 74.720 unit, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2024 yang membukukan 73.665 unit. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore