Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 05.52 WIB

Satu Tahun Prabowo–Gibran: KUR UMKM Tembus Rp 218 Triliun, Serap Jutaan Tenaga Kerja

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. (Humas Kementerian UMKM) - Image

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. (Humas Kementerian UMKM)

JawaPos.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai satu tahun masa kerjanya dengan capaian gemilang di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kementerian UMKM mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 20 Oktober 2025 telah menembus Rp 218 triliun, menjangkau 3,72 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia. 

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan capaian tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjadikan UMKM sebagai motor utama penggerak ekonomi nasional. 

“Presiden Prabowo memiliki visi besar untuk memajukan UMKM agar naik kelas. Pemerintah berkomitmen mengatasi berbagai hambatan, terutama soal akses pendanaan,” ujar Maman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/10). 

Maman membeberkan, dari total KUR yang tersalurkan, 60,6 persen mengalir ke sektor produktif, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah. Maman menegaskan, capaian ini tidak hanya memperkuat struktur ekonomi rakyat, tetapi juga berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja baru. 

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), program KUR telah menciptakan rata-rata dua hingga tiga lapangan kerja per debitur. Artinya, jutaan tenaga kerja baru muncul berkat dukungan pembiayaan ini. 

Tak hanya soal pendanaan, Maman juga menyoroti peran UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo–Gibran. Hingga saat ini, tercatat 9.796 UMKM terlibat sebagai penyedia bahan pangan bergizi di berbagai wilayah Indonesia. 

“Program ini bukan sekadar intervensi sosial, tetapi juga strategi ekonomi kerakyatan yang konkret. UMKM lokal mendapat pasar baru, sementara masyarakat mendapatkan gizi yang lebih baik,” bebernya. 

Selain itu, Kementerian UMKM juga terus memperluas akses ruang komersial publik bagi pelaku usaha kecil. Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, pemerintah menargetkan 30 persen ruang publik untuk UMKM. Hingga triwulan II 2025, realisasinya bahkan telah mencapai 40,08 persen, dimanfaatkan oleh 6.400 UMKM di 392 infrastruktur publik. 

Maman menegaskan seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor. Mulai dari pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, hingga masyarakat. 

“Kita bergerak bersama dalam semangat kemandirian dan kolaborasi agar UMKM terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional yang berdaya saing global,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore