
Pertumbuhan startup digital baru melandai sejak beberapa tahun terakhir. (Impulsa CRM)
JawaPos.com - Lanskap industri startup Indonesia tengah memasuki fase penuh tantangan. Dua tahun tanpa kelahiran unicorn baru dan gelombang 'funding winter' yang memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat banyak perusahaan rintisan harus meninjau ulang model bisnisnya.
Di tengah situasi ini, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) berupaya memantik kembali semangat kolaborasi dan ekspansi melalui program BEKUP Scale Up: Navigating Emerging Market Potentials.
“Indonesia sudah tidak memproduksi unicorn baru dalam dua tahun terakhir, dan hampir tidak mungkin terjadi pada tahun ini. Banyak startup juga terpaksa melakukan layoff dalam tiga tahun terakhir akibat funding winter,” ujar Muhammad Azhar Iskandar Zainal, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenparekraf, dalam sesi business matching tersebut baru-baru ini di Jakarta.
Namun, di balik kabar suram itu, Azhar menilai masih ada ruang optimisme. “Kehadiran startup di forum seperti ini menunjukkan bahwa winter akan berlalu. Tapi tentu perlu strategi baru, entah pivot, beralih ke model yang lebih profit-oriented, atau menjalin kolaborasi bisnis yang saling tumbuh,” tambahnya.
Melalui program BEKUP Scale Up, pemerintah mengklaim berupaya menjembatani 24 startup Indonesia dari 11 subsektor ekonomi kreatif dengan 14 mitra global dan 2 investor internasional.
Lewat 46 sesi business matching, setiap startup diarahkan untuk menemukan peluang inovasi, menjajaki proyek percontohan (pilot project), dan membangun kemitraan yang relevan dengan kebutuhan bisnis nyata.
Fokus program ini bukan sekadar mempertemukan startup dan investor, melainkan membangun ekosistem kolaboratif yang memungkinkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan model bisnis lintas sektor. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing startup lokal di pasar regional dan global.
Kegiatan BEKUP Scale Up juga menyoroti pentingnya startup untuk menavigasi pasar baru di tengah perubahan ekonomi global. Ketergantungan pada modal ventura sudah tidak lagi cukup, kini diperlukan adaptasi terhadap kebutuhan industri dan keberlanjutan finansial.
Kemenparekraf menegaskan, strategi kolaboratif ini bukan hanya untuk bertahan, tapi juga untuk membuka peluang ekspansi ke pasar-pasar baru yang muncul pascapandemi.
“Melalui BEKUP Scale Up, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan startup Indonesia tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada kemitraan strategis yang menciptakan nilai tambah dan dampak ekonomi nyata,” tutup Azhar.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
