Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 05.39 WIB

Belanja Negara Tembus Rp 2.593 Triliun, Wamenkeu: Belanja Pemerintah Pusat Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) sebelum memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) sebelum memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja negara hingga akhir Oktober 2025 mencapai Rp 2.593 triliun atau sekitar 73,5 persen dari outlook belanja negara dalam laporan semester sebelumnya. 

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menilai capaian ini menunjukkan akselerasi pengeluaran yang mulai kuat menjelang akhir tahun. Terutama, dari belanja pemerintah pusat yang telah mencapai Rp 1.879,6 triliun. 

Suahasil mengatakan, angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.834,5 triliun, atau naik Rp 45,1 triliun. Wamenkeu menilai capaian belanja itu memberikan dorongan signifikan terhadap pergerakan dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Berarti tahun ini belanja pemerintah pusat itu Rp 45,1 triliun lebih tinggi dibandingkan belanja pemerintah pusat tahun lalu. Jadi belanja pemerintah pusat itu memiliki dorongan kepada gerak ekonomi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11). 

Ia menjelaskan, dampak belanja pemerintah semakin terlihat ketika Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai lebih dari 5 persen. 

Suahasil menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga agar realisasi belanja ikut memperkuat momentum ekonomi. “Ini dia yang kita lakukan mendorong supaya belanja pemerintah pusat ini benar-benar bisa memiliki dampak kepada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya. 

Lebih rinci, Suahasil membeberkan realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 961,2 triliun. Suahasil menjelaskan bahwa komponen terbesar tetap berasal dari belanja pegawai yang sifatnya rutin setiap bulan. 

Untuk belanja barang, realisasinya telah mencapai Rp 344,9 triliun dan terus meningkat sejak April. Meski sempat melambat akibat efisiensi awal tahun, kini belanja barang sudah mencapai 72,3 persen.
Pemerintah memastikan percepatan akan terus didorong hingga November–Desember agar memberi efek lebih besar pada perekonomian. 

“Kalau diingat belanja barang ini adalah salah satu yang terdampak ketika ada efisiensi di awal tahun, maka itu agak sedikit terlamba, tetapi sekarang sudah 72,3 persen dan ini terjadi percepatan belanja barang yang di dalam beberapa bulan terakhir,” ungkapnya. 

“Dan kita akan dorong terus ke November dan Desember ini sehingga dia bisa memberikan dampak lebih kepada perekonomian,” lanjutnya. 

Di sisi lain, belanja modal tercatat Rp 206,4 triliun, masih di bawah realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 218 triliun. Suahasil menyebut dua penyebab utama, yakni percepatan penyelesaian proyek infrastruktur pada 2024, serta karakteristik belanja modal yang umumnya cair pada akhir tahun. 

Sementara itu, belanja bantuan sosial tumbuh 11,1 persen dan berkontribusi besar terhadap konsumsi masyarakat. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus fiskal tambahan pada Kuartal IV-2025 guna menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi. 

“Kalau belanja bantuan sosial tumbuh 11,1 persen dan ini telah membantu yang tadi konsumsi masyarakat maupun pengeluaran pemerintah, terutama dan di Kuartal IV-2025 ini masih akan ada beberapa stimulus fiskal yang kita lakukan untuk mendorong kegiatan ekonomi,” tutup Suahasil.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore