Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menargetkan bahwa penggabungan stasiun atau integrasi antara Stasiun Karet dan BNI City akan rampung sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025/2026.
Menhub memastikan penggabungan dua stasiun tersebut masih menunggu pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Terlebih hingga saat ini masih ada sejumlah peembangunan fasilitas pejalan kaki.
"Diharapkan ya (sebelum Nataru integrasi Stasiun Karet - BNI City selesai). Kita akan kejar lagi ya PT KAI dan Pemprov," kata Menhub Dudy dalam Media Briefing, dikutip Minggu (7/12).
Lebih lanjut, Dudy memastikan ketika integrasi sudah dimulai, Stasiun Karet tidak akan ditutup. Meski begitu, setiap penumpang KRL akan naik dan turun di Stasiun BNI City, tidak lagi di Stasiun Karet.
Sehingga dengan begitu, Stasiun Karet masih bisa menjadi diakses para penumpang untuk masuk dan keluar stasiun.
"Turun naiknya (Penumpang) di Stasiun BNI (City). Tapi stasiunnya yang di Karet enggak ditutup. Jadi kalau teman-teman yang dari Tanah Abang yang masuk dari Karet tetap bisa dibuka. Jadi bisa jalan tapi keretanya naiknya dari BNI. Jadi sedikit jalan," jelas Dudy.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mewacanakan menutup Stasiun Karet yang saat ini melayani penumpang KRL Commuter Line. Nantinya, pengguna KRL hanya akan turun di Stasiun BNI City.
VP Corporate Communication KAI Commuter Joni Martinus menuturkan, pihaknya berencana mengintegrasikan operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Namun, hal itu masih dalam pembahasan antara pihaknya dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA).
Langkah ini diambil karena jarak antara kedua stasiun hanya 350 meter, sehingga dinilai lebih efisien. Selain itu, stasiun BNI City memiliki kapasitas pengguna lebih banyak.
“Dari sisi kapasitas maksimal, Stasiun BNI City pun dapat menampung penumpang sebanyak 2.000 pengguna setiap jamnya,” ujar Joni dalam keterangannya, Kamis (2/1).
Ia menilai, stasiun Karet dinilai sudah tidak layak. Berdasarkan data KAI, dalam satu jam pengguna Commuter Line yang masuk ke stasiun mencapai hampir 2.000 penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit.
Artinya, diperlukan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang. Namun saat ini, kapasitas stasiun Karet hanya sekitar 150 orang. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan.
“Jika digabung ke Stasiun BNI City, maka penumpang dapat menikmati fasilitas dan layanan yang optimal, dan tentunya lebih aman," jelasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
